TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Mulai tanggal 3 sampai dengan 15 Juni 2026 Perusahaan umum daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal akan melakukan pengurasan Intalasi Pengolahan Air (IPA).
Hal yang bertujuan untuk membersihkan endapan lumpur, lumut, dan kotoran pada bak reservoir atau sedimentasi tersebut merupakan langkah untuk menjaga kualitas air PDAM agar tetap jernih, bebas dari bau dan bakteri, serta menjaga kelancaran distribusi ke pelanggan
Menurut Direktur Perumda Batiwakkal. Saipul Rahman melalui Manajer Hubungan Pelanggan, Rudi Hartono menjelaskan, kegiatan itu diawali pada IPA Talisayan yang di jadwalkan Rabu (3/6/2026). Wilayah yang terdampak atas aktifitas tersebut Kampung Talisayan, Dumaring, Capuak dan wilayah sekitar.
“Pada hari yang sama perusahaan kami akan lakukan pengurasan di IPA.Gurimbang juga, yang mana wilayah terdampak, Kampung Gurimbang, Sukan, Tanjung Perangat, Bebanir Bagun, Trans Bangun, dan wilayah sekitar,” katanya.
Kemudian 4 juni 2026 IPA Kecamatan Teluk Bayur yang dilakukan pengurasa. Dimana wilayah yang terdampak, selain Teluk Bayur yaitu jalan Stasiun, jalan Sei Kunjang, jalan Kalimarau, jalan Abu-abu, jalan Kayu Putih, jalan Kandang muntik, jalan Kampung baru dan wilayah sekitarnya. Lanjut di hari yang sama IPA Labanan yang bakal dikuras, wilayah terdampak, Labanan Makmur, Labanan Jaya, dan wilayah sekitarnya.
Untuk tanggal 06 Juni 2026 jadwal IPA Semurut, wilayah terdampak, selain Semurut, Buyung-buyung, dan wilayah sekitarnya. IPA.Singkuang dijadwalkan 08 Juni 2026 wilayah terdampak, jalan Murjani 1,2,3, jalan Teuku Umar, jalan Dermaga, jalan Gunung Panjang, dan wilayah sekitarnya. Masih tanggal yang sama waktu pengurasan IPA Merancang. Daerah yang terdampak Merancang Ulu, Merancang Ilir, Batu-batu, dan wilayah sekitarnya.
“Sementara untuk IPA Tasuk kami jadwalkan tanggal 09 Juni 2026. IPA Segah tanggal 10 Juni 2026, wilayah yang terdampak, Gunung Sari, Tepian Buah, Harapan Jaya, dan wilayah sekitarnya. IPA Sambaliung 11 Juni 2026 wilayah yang terdampak, selain Sambaliung, Limunjan, Trans Sambaliung, dan wilayah sekitarnya,” tambah Rudi
Sedangkan hari terakhir yakni tanggal 15 Juni 2026 lanjutnya, giliran IPA Tembudan dan IPA Suaran. “Perlu kami sampaikan bahwa setelah kegiatan pengurasan pipa atau jaringan distribusi,terkadang air dapat terlihat keruh untuk sementara waktu. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh endapan yang ikut terbawa saat aliran air Kembali normal,” paparnya menjawab pertanyaan. (Nht)