PT Berau Coal Perkuat Reklamasi Lahan, Jawab Tantangan Keseimbangan Tambang dan Lingkungan

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap industri pertambangan untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, PT Berau Coal menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem melalui berbagai program penghijauan dan reklamasi lahan pascatambang.

Salah satu langkah yang dilakukan PT Berau Coal dalam menjawab tantangan menjaga keseimbangan antara kebutuhan produksi dan pelestarian lingkungan dengan terus melakukan berbagai upaya penghijauan di seluruh area operasional.

Momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi salah satu pengingat untuk memperkuat budaya peduli lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon serentak di seluruh area operasional perusahaan yang dipusatkan di area OPD West Site Gurimbang dengan total sebanyak 3.403 bibit pohon yang ditanam pada area revegetasi total seluas 24,6 hektare, jenis tanaman yang ditanam diantaranya Sengon Laut, Waru Johar, kayu putih, kahoi, serta tanaman buah berupa nangka, mangga, sirsak, kelengkeng dan durian.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini yang mengusung tema global “Saatnya Bekerja Untuk Iklim, Beraksi untuk Iklim, Bertumbuh untuk Masa Depan” diwujudkan PT berau Coal melalui implementasi nyata dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagaimana tanggapan Direktur Operasional dan HSE PT Berau Coal, Arief Widhartono, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan perusahaan tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan. Ia menegaskan, upaya pemulihan lingkungan harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan pertambangan agar dampak aktivitas industri dapat diminimalkan.

Lanjut Arief, sebagai bentuk implementasi, PT Berau Coal melakukan penanaman ribuan bibit pohon di area reklamasi yang tersebar di seluruh wilayah operasional perusahaan. Berbagai jenis tanaman kehutanan dan tanaman produktif dipilih untuk mendukung proses pemulihan lahan sekaligus memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

“Menanam pohon bukan hanya memenuhi kewajiban perusahaan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama untuk memastikan lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, tantangan terbesar sektor pertambangan saat ini bukan hanya menjaga produktivitas perusahaan, tetapi juga memastikan aktivitas operasional tidak meninggalkan dampak lingkungan yang berkepanjangan. Karena itu, perusahaan terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Jadi, selain reklamasi lahan, PT Berau Coal juga menjalankan program penghijauan rutin di seluruh area operasional sebagai upaya membangun kesadaran lingkungan di kalangan karyawan dan mitra kerja. Oleh sebab itu, perubahan perilaku menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk membiasakan kegiatan menanam pohon dan mengelola sampah dengan baik,” ungkapnya.

Karena itu tambahnya untuk membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan, PT Berau Coal juga menjalankan program Jumat Hijau yang rutin dilaksanakan di seluruh site operasional setiap bulan. Jadi, di samping setiap harinya dilakukan penanaman kembali oleh Departemen Environment, sebulan sekali dilakukan penanaman bersama untuk mengingatkan semua bahwa tanggung jawab lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT Berau Coal, Feri Indrayana, mengatakan bahwa penanaman serentak dilakukan di seluruh site operasional pada lahan yang telah ditimbun dan diberi lapisan soil.

“Hari ini kita lakukan penanaman serentak di seluruh site operasi, di lahan yang sudah ditimbun dan di-soil. Kegiatan ini sesuai dengan tema Hari Lingkungan Hidup yaitu ubah narasi menjadi aksi nyata untuk iklim, dan harapan kami apa yang kita tanam bisa memberikan kemanfaatan untuk hari ini dan masa depan lingkungan sekitar kita,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Teknik Tambang Site Gurimbang PT Berau Coal, Dian Permana Putra, menegaskan bahwa konsep tambang modern yang diterapkan perusahaan tidak hanya berfokus pada pencapaian produksi dan keuntungan, tetapi juga pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan pembangunan sosial.

Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengelolaan lingkungan, mulai dari pengelolaan air tambang, pengendalian emisi, efisiensi energi, reklamasi lahan, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga pengelolaan limbah sesuai ketentuan yang berlaku.

“Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga sejauh mana kita mampu menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” jelas Dian Permana.

Environment Superintendent PT Berau Coal, Bambang Haryanto, menjelaskan bahwa penanaman pohon serentak merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang dilaksanakan perusahaan.

“Selain penanaman serentak hari ini, dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup PT Berau Coal akan menggelar Enviro Goes to Campus, bimbingan teknis terkait lingkungan hidup yang akan digelar bersama ESDM dan instansi terkait, serta lomba internal yang bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan di seluruh karyawan PT Berau Coal dan mitra kerja,” pungkasnya. (Nht)

www.swarakaltim.com @2024