Balikpapan Mitigasi Ancaman Kebakaran TPA, Gas Metana Disalurkan ke 380 Rumah Warga

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                                Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar seiring cuaca panas yang melanda dalam beberapa pekan terakhir dan antisipasi dampak fenomena El Nino.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan,  pemerintah pusat telah menginstruksikan seluruh daerah, untuk melakukan mitigasi kebakaran TPA setelah sejumlah insiden terjadi di berbagai wilayah, termasuk kebakaran TPA di Provinsi Banten yang berlangsung berhari-hari.

“Cuaca panas ditambah adanya gas metana menjadi penyebab utama kebakaran di TPA. Karena itu pemerintah pusat meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan,” kata Sudirman, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Menurutnya, kondisi TPA Manggar relatif lebih aman dibandingkan sejumlah daerah lain karena menggunakan sistem sanitary landfill, bukan open dumping. Pada sistem tersebut, setiap lapisan sampah ditutup dengan tanah, sehingga mampu menghambat penumpukan gas metana yang mudah terbakar.

Selain itu, Balikpapan telah memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah. Gas tersebut disalurkan sebagai sumber energi bagi sekitar 380 rumah tangga serta dialirkan ke beberapa titik flare, untuk dibakar secara terkendali guna mengurangi akumulasi gas di dalam timbunan sampah.

“Alhamdulillah, gas metana di Balikpapan sudah kita manfaatkan dan disalurkan ke rumah-rumah warga. Itu sangat membantu mengurangi risiko kebakaran,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, DLH juga telah menyiapkan prosedur tanggap darurat di kawasan TPA. Seluruh petugas telah dibekali pelatihan penanganan awal kebakaran sebelum bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sebanyak 40 petugas yang bertugas di TPA Manggar siap bergerak apabila terjadi keadaan darurat. Meski tidak memiliki tim khusus pemadam, seluruh personel telah mendapat pelatihan melalui kerja sama dengan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Kami sudah mitigasi semuanya, mulai dari pemanfaatan gas metana, larangan membakar di sekitar TPA, kesiapan sumber air, hingga pelatihan petugas. Kalau ada kejadian, mereka langsung melakukan penanganan awal sambil berkoordinasi dengan BPBD,” jelasnya.

Sudirman menambahkan, meski Balikpapan sudah hampir dua pekan tidak diguyur hujan, kondisi TPA masih dalam kategori aman. Pada saat suhu meningkat ekstrem seperti tahun lalu, petugas juga melakukan penyemprotan air di sejumlah area untuk menjaga kondisi timbunan sampah tetap lembap.

Dengan berbagai langkah mitigasi tersebut, DLH optimistis risiko kebakaran di TPA Manggar dapat ditekan meski musim kemarau mulai berlangsung. “Insyaallah Balikpapan aman. Yang terpenting mitigasi terus dilakukan dan kewaspadaan seluruh petugas tetap dijaga,” tutup Sudirman.(Adv Diskominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024