Foto Gedung Pertemuan Café SR Perumdam Batiwakkal
TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Perusahaan umum daerah air minum (Perumdam) Batiwakkal terus memaksimalkan pemanfaatan kawasan sekitar kantornya. Bahkan saat ini, tidak hanya menghadirkan fasilitas Café Senyaman Rasa (SR), kini lokasi tersebut juga menyediakan ruang pertemuan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, perusahaan maupun instansi.
Luar biasanya lagi, seluruh pengelolaan operasional Café SR dan fasilitas lainnya dilakukan oleh koperasi Dhrama Wanita Perumdam Batiwakkal, sehingga tidak menjadi beban tambahan bagi perusahaan. Hal itu diungkapkan Direktur Perumdam Batiwakkal, Saipul Rahman dalam obrolan di ruang kerjanya Jl Raja Alam, Tanjung Redeb, Senin lalu (13/7/2026).
“Jadi, filosofi utama pembangunan kawasan tersebut adalah memperkuat pelayanan publik. Melalui keberadaan Café SR, selain meningkatkan kualitas pelayanan, juga memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perusahaan. Kawasan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal kini berubah menjadi aset produktif yang menghasilkan pendapatan melalui kerja sama pengelolaan,” jelasnya.
Saipul mengatakan bangunan ruang pertemuan yang baru dibangun juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan Café SR. Fasilitas tersebut telah mulai dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dan menjadi satu kesatuan dengan konsep pelayanan yang di kembangkan di lokasi tersebut.
“Inovasi tersebut memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memperluas akses pelayanan kepada pelanggan tanpa dibatasi jam operasional kantor. Kedua, membantu perusahaan memperoleh tambahan pendapatan dari sektor non air melalui optimalisasi aset. Ketiga, menyediakan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan,” tambah beliau.
Lanjutnya, pengembangan Café SR bukan semata-mata menghadirkan usaha kuliner sebagaimana yang dipersepsikan sebagian masyarakat. Namun untuk memperkuat pelayanan publik dengan model yang lebih efisien sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi perusahaan.
“Kami berharap masyarakat dapat melihat inovasi tersebut secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi komersial. Sebab, seluruh keuntungan yang diperoleh perusahaan pada akhirnya akan kembali digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada pelanggan,” imbuh Saipul.
Ia juga menambahkan, hingga saat ini tarif dasar air di Berau masih termasuk yang terendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan maupun beberapa kota besar di Indonesia. Dengan kondisi tersebut, Perumdam dituntut terus berinovasi agar mampu mempertahankan kualitas pelayanan tanpa membebani masyarakat dengan kenaikan biaya.
“Harapan kami, masyarakat dapat mendukung setiap inovasi yang dilakukan perusahaan. Semakin besar dukungan yang diberikan, semakin luas pula ruang bagi Perumdam untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan mengembangkan berbagai program yang manfaatnya akan kembali dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Nht/Bin)