TANJUNG REDEB, Swarakamltim.com – Penurunan angka pengangguran di Kabupaten Berau belum sepenuhnya menjadi jawaban atas persoalan ketenagakerjaan yang masih dihadapi masyarakat. Di balik membaiknya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), masih terdapat tantangan berupa terbatasnya lapangan pekerjaan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau saat membuka Berau Job Fair 2026 di Ballroom SM Tower Hotel and Convention Jl Teuku Umar, Tanjung Redeb, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang digelar selama dua hari itu menjadi salah satu upaya pemerintah mempertemukan ribuan pencari kerja (Pencaker) perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT di daerah pada tahun 2025 berada di angka 4,40 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,15 persen. Meski demikian, menurutnya capaian itu tidak boleh membuat pemerintah lengah. Sebab, masih banyak masyarakat usia produktif yang belum memperoleh pekerjaan tetap maupun pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya.
“Penurunan angka pengangguran tentu menjadi kabar baik, tetapi pekerjaan rumah kita belum selesai. Kesempatan kerja masih terbatas, sementara kualitas tenaga kerja juga harus terus ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang berkembang di Berau,” ujar beliau.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan masih adanya masyarakat yang menganggur maupun bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang belum memadai. Karena itu, pemerintah daerah terus mencari berbagai cara agar ruang kerja baru semakin terbuka.
“Salah satunya melalui penyelenggaraan Job Fair ini. Kami menilai kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wadah mempertemukan perusahaan dengan para pencaker secara langsung sehingga proses rekrutmen menjadi lebih efektif. Langkah itu juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” tambahnya.
Masih Gamalis, penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, Pemkab Berau kembali mengingatkan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut agar memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pemerintah juga terus memperluas program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) secara gratis guna meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki daya saing yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.
“Kami ingin masyarakat Berau tidak hanya mendapatkan kesempatan bekerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang mampu bersaing dengan kebutuhan industri saat ini,” katanya.
Beliau menambahkan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) juga diminta terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan ketenagakerjaan, termasuk melakukan pendampingan kepada perusahaan agar perlindungan terhadap tenaga kerja lokal dapat berjalan secara optimal.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Berau, Anang Saprani, menjelaskan antusiasme masyarakat mengikuti Job Fair tahun ini cukup tinggi. Hingga hari pertama pelaksanaan, sebanyak 2.740 pencaker telah mendaftarkan diri. Di sisi lain, terdapat 26 perusahaan yang ikut membuka kesempatan kerja dari berbagai sektor usaha, mulai pertambangan, perkebunan, perbankan, pelayaran, perdagangan ritel, perhotelan, layanan kesehatan hingga perguruan tinggi.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menyediakan informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana mempercepat proses rekrutmen karena pencari kerja dapat berinteraksi langsung dengan perusahaan yang diminati.
“Melalui kegiatan ini masyarakat memperoleh akses informasi lowongan secara terbuka, sedangkan perusahaan dapat menjaring calon tenaga kerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan,” jelasnya.
Anang menambahkan, selama pelaksanaan Job Fair peserta juga memperoleh berbagai materi penguatan kompetensi melalui seminar yang menghadirkan narasumber dari Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesiapan para pencaker menghadapi proses seleksi di dunia industri sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang kerja di dalam maupun luar daerah,” ungkapnya.
“Pemkab Berau pun berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga penurunan angka pengangguran tidak hanya tercermin dalam statistik, tetapi benar-benar dirasakan melalui meningkatnya kesempatan kerja, kualitas tenaga kerja lokal, serta kesejahteraan masyarakat di Bumi Batiwakkal,” paparnya. (Nht/Bin)