SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur secara mandiri menginisiasi gelaran Mahakam Mask Carnival (MMC) atau Pawai Topeng pada Minggu, 30 Agustus 2026. Pawai budaya ini dihadirkan sebagai penutup rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus jawatan “pelipur lara” bagi warga Kota Samarinda yang merindukan tradisi pawai pembangunan tahunan.
Inisiatif ini lahir langsung dari Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal. Ia mengaku prihatin karena tidak adanya agenda karnaval resmi di ibu kota provinsi akibat penyesuaian anggaran.
“Supan jua kita masa HUT Kemerdekaan gara-gara efisiensi ndak ada acara. Masa gara-gara pemerintah ndak ada duit terus masyarakat tidak menyelenggarakan, kan tidak baik. Makanya kami di Dinas Pariwisata berinisiasi mengadakan rangkaian acara dan pawai ini,” tegas Faisal dalam konferensi pers di Kantor Dispar Kaltim, Selasa (11/8/2026).
Faisal menekankan bahwa pawai yang digagas pihaknya dibuat secara terkonsep dan terbatas, berbeda dari pawai umum yang melibatkan ribuan kendaraan hias. Konsep unik berbasis topeng, seni, dan budaya dipilih untuk memberikan warna baru di jalanan Kota Samarinda.
“Pawainya terbatas, bukan yang besar-besaran semua mobil atau pegawai sekolah. Pawainya singkat saja dari Taman Samarendah sampai Kantor Gubernur, dan pentasnya di Teras Samarinda. Yang penting kita seru-seruan merayakan kemerdekaan,” tambahnya.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, membeberkan bahwa pawai ini murni digerakkan oleh semangat partisipasi publik tanpa bergantung pada alokasi dana daerah.
“Ini konsepnya memang Pak Kadis tanpa budget APBD, semuanya memang kita berharap dari partisipasi komunitas. Ini alhamdulillah kami didukung sama teman-teman komunitas yang bersiap hadir dengan semangat mereka,” ungkap Awang Khalik.
Awang menjelaskan, peserta pawai dibagi ke dalam tiga kategori utama: kontingen pencak silat, grup drumband sekolah, serta kelompok komunitas pelaku ekonomi kreatif dan paguyuban daerah. Untuk menjaga ketertiban rute, panitia memberlakukan pembatasan kuota peserta secara ketat.
“Pencak silat saja itu estimasinya mencapai 900 orang lebih, di mana tiap perguruan kita batasi maksimal 50 orang. Sebenarnya kalau tidak kita batasi akan sangat membludak, terutama dari paguyuban. Paguyuban Jawa saja ada 12 kelompok, tapi kita minta gabung jadi satu kontingen,” terangnya.
Rute yang ditempuh terbilang singkat dan ramah pejalan kaki, yakni sejauh kurang lebih 2 hingga 2,3 kilometer menelusuri jantung kota menuju pusat pemerintahan provinsi.
“Start dari Taman Samarendah menuju halaman Kantor Gubernur. Panggung penghormatan ada di Bank Altara (BPD), kemudian tiap kontingen akan menampilkan demo atau atraksi terbaiknya selama 3 menit di halaman kantor gubernur. Untuk finish-nya kita siapkan cadangan di Teras Samarinda,” ulas Awang.
Awang meyakini, meski disiapkan secara mendadak dan di luar kalender event resmi, Mahakam Mask Carnival akan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kalimantan Timur, khususnya warga Kota Tepian.
“Ini harapannya memang sebagai pelipur lara kawan-kawan masyarakat Samarinda yang menunggu-nunggu acara pawai Kemerdekaan. Pak Kadis dan tim juga terus berkoordinasi dengan Pemkot dan DLH Samarinda agar pemanfaatan Teras Samarinda berjalan lancar,” pungkasnya.(DHV)