SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur melengkapi semarak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menyajikan deretan agenda berbasis sport tourism dan pengembangan ekonomi kreatif. Rangkaian acara ini dirancang untuk membangkitkan kembali geliat wisata lokal sekaligus menggerakkan partisipasi aktif komunitas.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa seluruh rentetan acara merakyat ini hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menghidupkan suasana kemerdekaan di tengah masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dan efisien.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kaltim, Restiawan Baihaqi, menjelaskan salah satu agenda unggulan yakni Gowes Wisata Kaltim pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Mengusung tagline Ride, Explore, Promote, and Enjoy, ajang bersepeda santai ini bertujuan merekatkan tren olahraga dengan promosi destinasi lokal.
Eki membeberkan, rute gowes sejauh 22 hingga 24 kilometer ini menempuh jalur menengah yang menantang, dimulai dari Kolam Unmul, menyinggahi Cafe Kata di Betapus, Rumah Ulin Arya, Naureen Mini Garden, dan berakhir di Toko Jamu Nyonya Kaya. Kegiatan ini digelar berkolaborasi dengan Asosiasi P3K Kaltim (AP3KT), Korpri, hingga komunitas goweser kepolisian.
“Tujuannya mengunjungi tempat wisata sekaligus me-reminder bahwa destinasi di Samarinda bisa dipadupadankan dengan sport tourism. Kita lihat antusiasme warga bersepeda kembali tumbuh. Di setiap titik, peserta wajib berfoto selfie dan mengunggahnya ke Instagram dengan me-tag akun destinasi untuk mempromosikan pariwisata kita,” ujar Eki.
Pada 17 Agustus 2026, Dispar Kaltim bekerja sama dengan Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GPS-SKM) menggelar aksi Susur Sungai Karang Mumus sejauh 17 kilometer. Menggunakan sarana paddling (papan dayung), kano, hingga perahu ketinting, aksi ini melintasi 8 titik start berdasarkan tingkat kemampuan peserta mulai dari atlet profesional hingga kategori umum.
Aksi yang dimulai dari perairan Muang ini tidak sekadar olahraga air, melainkan parade membawa bendera Merah Putih, penanaman pohon di bantaran sungai, serta penyaluran bantuan sosial.
“Ini kampanye budaya berdayung dan menjaga sungai sebagai beranda depan rumah kita (Waterfront City). Di titik finish, seluruh peserta akan mendeklarasikan Kemerdekaan Sungai Karang Mumus sebagai wujud komitmen menjaga kelestarian ekosistem air,” jelas perwakilan koordinator aksi.
Sektor ekonomi kreatif turut mendapat ruang luas melalui Lomba Foto dan Vlog Ekraf pada 26–27 Agustus 2026 di Temindung Creative Hub. Mengangkat subsektor kriya hingga wastra dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim, ajang ini memperebutkan total hadiah Rp10 juta dan seluruh karya peserta dipamerkan kepada publik.
Puncak apresiasi seni ditutup melalui Festival Film Pendek pada 28–29 Agustus 2026. Ajang sineas muda yang melibatkan praktisi serta akademisi ISI Yogyakarta ini mencatatkan sejarah baru dengan masuknya 63 karya film pendek dari berbagai penjuru Kalimantan Timur, nasional, bahkan hingga mancanegara.
“Submission terbuka untuk kompetisi se-Kaltim dan non-kompetisi nasional. Bahkan ada anomali menarik, satu film pendek dari Brazil ikut mendaftar. Jadi festival film di Temindung Creative Hub ini bisa kita klaim berskala internasional,” pungkas panitia penyelenggara.(DHV)