TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Berau membuka peluang untuk menjadikan ajang Battle Ground Comedy sebagai kegiatan rutin dan tidak berhenti sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Wacana tersebut muncul setelah antusiasme masyarakat dan komika lokal terlihat dalam pelaksanaan kompetisi stand up comedy di Sekretariat DPD Partai NasDem Jl Mangga 2, Tanjung Redeb, Sabtu malam (8/8/2026).
Menurut Ketua Panitia Battle Ground Comedy DPD Partai NasDem Berau, Yon Sutiyo, mengatakan penyelenggaraan kompetisi tersebut merupakan pengalaman perdana bagi pihaknya dalam menghadirkan lomba stand up comedy. Meski baru pertama kali digelar, kegiatan tersebut mampu menarik 14 peserta yang terbagi dalam kategori umum serta pelajar atau mahasiswa.
Masih Yon, jumlah peserta tersebut menjadi modal awal untuk melihat potensi pengembangan kegiatan serupa pada masa mendatang. Ia menilai keberadaan komika lokal tidak cukup hanya diberikan panggung ketika momentum tertentu, tetapi perlu didukung dengan kegiatan yang dapat berlangsung secara berkesinambungan.
“Kalau melihat respons yang muncul, kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya muncul saat peringatan kemerdekaan. Kami ingin ada kesinambungan sehingga komika memiliki kesempatan untuk terus tampil dan mengembangkan kemampuannya,” ujarnya.
Persoalan keberlanjutan menjadi perhatian karena ruang pertunjukan bagi komunitas kreatif di daerah tidak selalu tersedia secara rutin. Ketika kesempatan tampil terbatas, pelaku seni dan komunitas anak muda berpotensi kehilangan wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun jejaring.
Yon melihat komika Berau sebenarnya dapat berperan lebih luas apabila tersedia lebih banyak panggung. Mereka tidak hanya dapat tampil dalam perlombaan, tetapi juga berpotensi menjadi pengisi berbagai kegiatan yang digelar organisasi, dunia usaha maupun pemerintah daerah.
Ia membayangkan komika lokal dapat dilibatkan dalam rangkaian acara sebagai pengisi segmen hiburan, baik pada pembukaan maupun menjelang berakhirnya kegiatan. Dengan demikian, panggung bagi komika tidak hanya bergantung pada kompetisi yang diselenggarakan sesekali.
“Teman-teman komika sebenarnya bisa dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Tidak harus selalu berbentuk lomba. Mereka bisa menjadi bagian dari acara pemerintah, swasta ataupun kegiatan organisasi. Dengan begitu, keberadaan mereka bisa semakin dikenal,” jelasnya.
Selain mempertahankan stand up comedy, Yon juga membuka kemungkinan agar kegiatan kreatif yang digelar ke depan mencakup komunitas dan minat yang lebih beragam. Hal tersebut dinilai penting agar kegiatan tidak terjebak pada satu bentuk kompetisi sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak anak muda.
“Kedepan, kegiatan yang menjadi salah satu gagasan yang mulai kami pertimbangkan adalah lomba orasi dan pidato. Kedua kegiatan tersebut memiliki karakter berbeda sehingga dapat menyasar kelompok peserta yang lebih luas, termasuk mahasiswa maupun masyarakat umum,” tambahnya.
Orasi dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan argumentasi secara terbuka. Sementara lomba pidato dapat menjadi alternatif bagi masyarakat umum yang memiliki kemampuan berbicara di depan publik, tetapi tidak memiliki ketertarikan pada format humor seperti stand up comedy.
“Kalau dikembangkan, tidak menutup kemungkinan ada kategori lain seperti orasi atau pidato. Itu bisa menjadi ruang baru bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan. Jadi bukan hanya mereka yang bisa melucu yang mendapat panggung,” katanya.
Pengembangan jenis kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas komunitas yang dapat dirangkul. Menurut Yon, semakin banyak bentuk kegiatan yang tersedia, semakin besar pula peluang bagi generasi muda untuk menemukan bidang yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa kompetisi yang digelar Partai NasDem bukan semata-mata berorientasi pada hadiah. Pemberian apresiasi kepada peserta merupakan bagian dari upaya untuk memacu mereka agar terus berkarya dan tidak berhenti setelah mengikuti satu perlombaan.
Yon berharap momentum Battle Ground Comedy dapat menjadi awal terbentuknya ruang kreatif yang lebih konsisten di Kabupaten Berau. Menurutnya, anak muda yang memiliki potensi membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, mendapatkan pengalaman dan membangun kepercayaan diri.
“Yang kami lakukan ini adalah memberikan ruang dan penghargaan kepada mereka. Harapannya, setelah ini mereka semakin termotivasi untuk terus berkarya dan berani menunjukkan kemampuan,” pungkasnya. (Nht/Bin)