BONTANG, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota Bontang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengoperasikan Posko Satuan Tugas (Satgas) Karhutla selama 24 jam.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bontang memperkuat pencegahan sekaligus memastikan respons cepat apabila sewaktu-waktu ditemukan potensi kebakaran di wilayah Kota Taman.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, sekitar 70 personel disiagakan untuk mendukung operasional posko. Para petugas bekerja secara bergantian dalam tiga shift sehingga pemantauan dapat dilakukan sepanjang waktu.
“Personel yang berjaga ada sekitar 70 orang. Mereka dibagi dalam tiga shift dan siaga selama 24 jam,” kata Neni.
Satgas Karhutla melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), hingga perusahaan.
Menurut Neni, keberadaan posko tidak hanya untuk merespons kebakaran setelah terjadi. Upaya pencegahan menjadi perhatian utama dengan melakukan pemantauan terhadap potensi munculnya titik api di sejumlah wilayah.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Kita bersama-sama melakukan upaya agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Tidak Buka Lahan dengan Membakar
Selain memperkuat kesiapsiagaan petugas, Pemkot Bontang juga mengajak masyarakat mengambil peran dalam mencegah karhutla.
Neni mengimbau warga tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut berpotensi membuat api sulit dikendalikan dan dapat meluas ke area di sekitarnya.
Ia juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum bagi masyarakat yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.
“Ada ancaman pidana bagi yang dengan sengaja membakar lahan. Jadi kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Neni menilai pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah, aparat, perusahaan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Karena itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas maupun kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Dengan dukungan personel yang siaga selama 24 jam dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Bontang berharap setiap potensi karhutla dapat ditangani sedini mungkin sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemkot Bontang dalam menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Kota Taman.(Adv/rzky)