Maksimalkan Pengembangan Kakao di Perkampungan, PT Berau Coal Tingkatkan SDM Petani Pemandu

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Mendukung percepatan pengembangan perkebunan kakao di wilayah Kabupaten Berau, khususnya di perkampungan. PT Berau Coal melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC) kembali menggelar pelatihan peningkatan produksi kakao yakni praktik terbaik sistem diversifikasi kakao agroforestri bagi petani pemandu atau Training of Trainers (ToT).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Sahabat Cipta tersebut diikuti 40 petani dampingan terpilih dari sejumlah kampung di Bumi Batiwakkal. Dimana pesertanya berasal dari Kampung Gurimbang, Maluang, Merasa, Pegat Bukur, Rantau Panjang, Sambaliung, Suaran, Sungai Enau, Tumbit Dayak, Inaran, Batu-Batu, Limunjan, Birang, Pilanjau, Sambarata, Nyapa Indah, hingga Gunung Tabur.
Dimana pelatihan dilaksanakan selama tiga hari yakni tanggal 5–7 September 2026. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai diversifikasi kakao berbasis agroforestri yang dilaksanakan di Rumah Kemas Batiwakkal. Hari kedua diisi dengan praktik lapangan yamg dilaksanakan di Rumah Kebun Kakao PT Berau Coal di Kampung Birang. Masih dilokasi yang sama, hari terakhir difokuskan pada pelatihan komunikasi dan pembekalan sebagai petani pemandu.
Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari pendampingan yang telah dilakukan kepada para petani kakao. Terealisasinya kegiatan itu sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui program pengembangan kakao.
“Jadi, sepanjang tahun 2024 hingga saat ini, kami telah melakukan pendampingan kepada sekitar 1.500 petani dengan luasan kebun kakao yang kita dampingi mencapai 850 hektare. Dari para petani tersebut, 40 orang terbaik kami pilih sebagai tahap awal untuk menjadi petani pemandu,” katanya.


Masih menurut Reza, Sumber Daya Mnausia (SDM) petani pemandu memiliki peran penting dalam membantu proses pengembangan kakao di tingkat kampung.
“Training of Trainers ini dilakukan untuk menciptakan petani pemandu yang terlatih dan dapat membantu petani lainnya di masing-masing kampung. Mereka juga diharapkan menjadi penghubung antara petani binaan dengan tim fasilitator lapangan YDBBC,” jelasnya lagi.
Sementara itu salah satu peserta, Mulyadi, petani asal Kampung Gurimbang, mengaku merasakan manfaat dari program pendampingan kakao yang telah diikutinya sejak 2025.
“Saya sudah mengikuti program ini sejak 2025 dengan lahan seluas satu hektare dan pertumbuhannya bagus. Tahun ini, alhamdulillah, berkembang menjadi dua hektare. Semoga petani lain juga bisa termotivasi karena program ini sangat bagus. Kami diajari mulai dari persiapan lahan hingga pemeliharaan, dan pertumbuhan tanaman kakao juga dipantau langsung oleh tim Berau Coal,” ungkapnya.
Ia mengatakan, manfaat program tersebut juga mulai dirasakan oleh petani lain di sekitarnya.
“Beberapa teman saya juga sudah mulai bergabung dalam program ini, baik di Kampung Gurimbang maupun Tanjung Perangat. Harapannya, semakin banyak petani kakao di Kabupaten Berau,” tambahnya.Apresiasi terhadap program tersebut disampaikan juga oleh Heni Risnawati Kepala Bidang Pembinaan Sumber Daya Perkebunan, Dinas Perkebunan. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan PT Berau Coal secara berkelanjutan memberikan manfaat dalam meningkatkan kapasitas petani.
“Saya sangat mengapresiasi program yang dijalankan PT Berau Coal dan secara berkelanjutan mendampingi para petani. Saya berharap bapak dan ibu Petani terus semangat mengikuti program ini. Gali ilmu sebanyak-banyaknya dari instruktur dan nantinya salurkan kembali kepada petani lainnya di sekitar, sehingga semakin banyak petani yang mampu mandiri,” tuturnya.
Ditempat terpisah, Camat Gunung Tabur, Lutfhi Hidayat juga memberi tanggapan, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Berau Coal atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan kapasitas petani kakao.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Berau Coal atas perhatian, kontribusi, dan kepeduliannya dalam mendukung peningkatan kapasitas petani. Program ini tentunya memberikan manfaat ekonomi bagi para petani kakao sekaligus mendorong pemanfaatan lahan agar lebih produktif,” ujarnya. (Nht)

www.swarakaltim.com @2024