Tanjung Redeb, Swarakaltim.com – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216, Senin (14/9/2026) di Gedung DPRD Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi daerah.
Di tengah seremonial hari jadi tersebut, jajaran eksekutif dan legislatif berfokus menyikapi serangkaian tantangan krusial, mulai dari ancaman krisis lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penyesuaian efisiensi anggaran, hingga penanganan arus informasi di media sosial.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengungkapkan bahwa peringatan anniversary daerah tahun ini berlangsung di tengah situasi prihatin akibat musim kemarau panjang dampak fenomena El Nino. Kondisi ekstrem tersebut sempat memicu lonjakan drastis titik panas (hotspot) hingga mencapai 779 titik pada akhir Agustus 2026 dan menempatkan Berau di posisi tertinggi se-Kalimantan Timur.
“Berkat kerja keras tim gabungan BPBD, Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, serta bantuan hujan dan operasi modifikasi cuaca (OMC), jumlah titik panas berhasil ditekan hingga tersisa 50 titik pada pertengahan September 2026,” ungkap Bupati.
Bupati juga menegaskan, demi melindungi kesehatan warga dari paparan asap pekat Pemkab Berau mengambil langkah perlindungan dengan memberlakukan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi para pelajar serta membagikan imbauan penggunaan masker bagi masyarakat saat beraktifitas keluar rumah.
“Upaya pemadaman dan pemantauan di lapangan terus kita lakukan bersama tim gabungan. Ini adalah momen untuk saling bergandeng tangan dan menjaga Bumi Batiwakkal bersama,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan sektor swasta.
“Saya berharap penguatan peran dan sinergi Satgas bencana, pengerahan bantuan armada dan CSR dari perusahaan, hingga penyediaan pasokan air bersih serta logistik. Kami juga berharap dan meminta warga untuk menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah meluasnya titik api, “ tegas Dedy.
Menanggapi keterbatasan anggaran tersebut, Petinggi di legeslatif Berau itu, mengimbau agar efisiensi tidak mereduksi kualitas pelayanan publik maupun membatasi pembangunan daerah. Menurutnya, pemangkasan anggaran harus menjadi pemacu evaluasi kinerja bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tetap fokus merealisasikan target program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Melalui peringatan momentum bersejarah ini, Pemkab Berau bersama DPRD menyepakati komitmen bersama untuk merawat persatuan antar-suku dan agama, memelihara kondusivitas daerah, serta melangkah bersama mewujudkan Kabupaten Berau yang maju, unggul, dan Sejahtera, meskipun ditengah badai efisiensi anggaran,“ pungkasnya. (Nht/Bintang).