Investasi Desalinasi Rp8 Triliun Ditawarkan ke Bontang, Harga Air Rp14 Ribu per Kubik Dinilai Kemahalan

BONTANG, Swarakaltim.com – Tawaran investasi industri desalinasi senilai Rp8 triliun masuk ke Pemerintah Kota Bontang. Namun, harga air hasil pengolahan air laut yang ditawarkan investor asal Malaysia, MPDT Utility Sdn Bhd, sebesar Rp14 ribu per meter kubik dinilai masih terlalu mahal.

Pemerintah Kota Bontang saat ini menindaklanjuti rencana investasi pengelolaan air laut menjadi air bersih tersebut. Rencana investasi masih berada pada tahap awal dan masih perlu dikaji lebih lanjut.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, salah satu yang menjadi perhatian Pemkot Bontang ialah harga jual air hasil desalinasi yang ditawarkan investor mencapai Rp14 ribu per meter kubik.

Menurutnya, harga tersebut masih terlalu tinggi jika nantinya air dibeli oleh Perumdam Tirta Taman untuk disalurkan kepada masyarakat.

Pasalnya, harga pembelian air bersih saat ini rata-rata berada di kisaran Rp6 ribu per meter kubik.

“Saya anggap itu kemahalan. Tapi ini kan masih permulaan. Mungkin akan ada negosiasi lanjutannya,” ucap Agus Haris.

Selain persoalan harga, Agus Haris juga menyoroti kesiapan investor dalam menyusun kajian sebelum masuk ke tahap kerja sama.

Saat silaturahmi pada Selasa beberapa waktu lalu, MPDT Utility Sdn Bhd disebut langsung meminta penandatanganan kerja sama dengan Pemkot Bontang.

Namun, permintaan tersebut dinilai terlalu prematur karena investor belum melampirkan studi kelayakan maupun perencanaan investasi secara matang.

“Masih kami pelajari,” sambungnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, nilai investasi industri desalinasi yang ditawarkan perusahaan Malaysia tersebut mencapai Rp8 triliun.

Lokasi pembangunan direncanakan berada di Bontang Lestari. Selain menghasilkan air bersih, industri desalinasi tersebut juga disebut dapat menghasilkan garam hingga 5 ton per hari.

“Selain air bersih industri desalinasi juga akan menghasilkan 5 ton garam per hari. Itu bisa memenuhi kebutuhan industri juga. Tapi ini masih awal kami perlu pemaparan rinci,” ucapnya.(Adv/rzky)

www.swarakaltim.com @2024