Jalin Silaturahmi Melalui Pencak Silat, Satgas Pamtas Ajari Pemuda di Perbatasan

Loading

MAHAKAMULU, SwaraKaltim.com — Dalam rangka mengasah kemampuan beladiri sekaligus menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat perbatasan, Prajurit Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad melaksanakan Latihan Pencak Silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) di lapangan sepak bola, Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Minggu (24/11/2019).

Dibawah pimpinan Sersan Dua Arif Hidayat didampingi Sersan dua Suhendar beserta prajurit Satu Sutrisna, dan pasukan Setia Sampai Mati itu mengasah kemampuannya sekaligus menjalin tali silaturahmi dengan warga perbatasan RI-Malaysia khususnya di Mahakam Ulu.

“Banyak hal positif yang harus kita lakukan untuk masyarakat di perbatasan salah satunya dapat melatih beladiri yang diikuti warga muda-mudi sekitar Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad di Batu Majang, agar terhindar dari kegiatan hal yang negatif,” ungkap Dansatgas Yonif Raider 303/SSM Kostrad, Letkol Inf Taufik Ismail kepada wartawan.

Dijelaskan Ismail, PSHT merupakan bela diri dari warisan budaya bangsa sejak tahun 1922 dan termasuk beladiri pencak silat tertua di Indonesia yang terpusat ii Kota Madiun.

“Berbagai macam seni beladiri yang ada di Indonesia, namun pencak silat ini telah lahir dari tahun 1550-an, karena penyebarannya seiring dengan penyebaran agama islam pada abad ke-14 di nusantara,” sebut Ismail.

Lanjut dia, organisasi pencak silat PSHT ini sangat bagus. Oleh sebab itu, Ismail sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena merupakan seni bela diri yang memiliki kombinasi antara ajaran spiritual (ilmu kebatinan) dengan Gerakan pencak silat.

“Kegiatan PSHT di Pos Kotis ini sangat aktif, karena selalu ditampilkan dalam setiap acara yang ada di Kabupaten Maluku. Saya bangga kepada para prajurit Yonif Raider 303/SSM Kostrad yang mampu mengusai teknik PSHT ini.” pungkasnya.

Penulis : Alfian

Editor : Redaksi