BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Keselamatan warga menjadi alasan utama Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat penanganan ruas Jalan Syarifuddin Yoes yang terdampak longsor.
Meski jalan tersebut berstatus jalan nasional dan menjadi kewenangan pemerintah pusat, Pemkot Balikpapan memilih mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan dukungan pendanaan melalui APBD agar perbaikan tidak tertunda.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin menunggu hingga terjadi kecelakaan atau bencana yang lebih besar sebelum melakukan tindakan.
Menurutnya, secara administratif penanganan Jalan Syarifuddin Yoes merupakan tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Namun sebagai kepala daerah, ia merasa memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar, untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Memang itu kewenangan pemerintah pusat melalui balai jalan. Tetapi saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat Balikpapan. Jangan sampai terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tidak kita inginkan baru dilakukan perbaikan,” kata Rahmad, pada hari Jumat, 5 Juni 2026.
Ia mengungkapkan, Pemkot Balikpapan telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak balai jalan terkait langkah penanganan kerusakan akibat longsor tersebut. Dalam komunikasi tersebut, pemerintah kota bahkan menawarkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membantu percepatan perbaikan apabila anggaran dari pemerintah pusat belum tersedia.
“Kami berkoordinasi dengan balai. Jika memang belum ada alokasi anggaran karena kondisi fiskal yang ada, kami meminta izin apakah diperbolehkan menggunakan APBD. Alhamdulillah hasil diskusi memperbolehkan dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Rahmad menegaskan, keputusan tersebut diambil bukan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah pusat, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Menurutnya, Jalan Syarifuddin Yoes yang berlokasi di Kecamatan Balikpapa. Selatan memiliki peran strategis sebagai salah satu urat nadi transportasi Kota Balikpapan. Ruas jalan itu menjadi akses utama menuju Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, kawasan permukiman, pusat perdagangan, hingga berbagai fasilitas publik lainnya.
Oleh sebab itu, gangguan pada ruas jalan tersebut berpotensi berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi kota.
“Ini jalan utama. Akses menuju bandara, akses menuju berbagai kawasan penting di Balikpapan. Karena itu kami tidak ingin mengambil risiko,” tegasnya.
Selain memastikan percepatan penanganan, Rahmad juga menekankan bahwa seluruh proses pelaksanaan akan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Pengawasan pekerjaan tetap melibatkan instansi teknis terkait serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional sebagai pemilik kewenangan jalan.
“Soal anggaran dan teknis pelaksanaan tentu melalui dinas terkait, dan pengawasannya juga dilakukan bersama balai. Jadi insyaallah semuanya clear and clean,” katanya.
Ia berharap proses perbaikan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target, sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan jalan tersebut dengan aman dan nyaman.
Lebih jauh, Rahmad menilai langkah cepat yang diambil pemerintah daerah merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi persoalan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap keselamatan publik.
“Kami tidak ingin ketika terjadi masalah justru saling menyalahkan atau mencari siapa yang bertanggung jawab. Yang terpenting adalah bagaimana keselamatan masyarakat bisa terjamin dan persoalan segera ditangani,” tuturnya.
Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses perbaikan yang sedang berlangsung dan bersabar terhadap sejumlah rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama pekerjaan dilakukan.
“Doakan mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar, tidak ada hambatan, dan jalan ini bisa segera kembali normal digunakan masyarakat. Ini semua bentuk kepedulian kami kepada warga Balikpapan,” ucapnya.(Adv Diskominfo Balikpapan)