Tak Gunakan e-Tam, Proses Keuangan Terhambat

SANGATTA, Swarakaltim.com – Keterbatasan sarana dan prasarana serta tidak memiliki gudang penyimpanan berkas, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutai Timur (Kutim) mencoba menginput laporan keuangan keuangan dengan sistem online atau melalui aplikasi yang dinamai E-TAM (Elektronik Data Monitoring).

Program anyar ini diperkenalkan BPKAD Kutim kepada semua OPD Pemkab Kutim terutama pengguna anggaran, Penata Usaha Keuangan, Bendahara Pengeluaran, Bendahara Penerima, pengurus barang dan operator SIMDA melalui Sosiasliasasi Aplikasi Laporan Keuangan E-TAM.

“Peserta wajib mengikuti serius, sehingga segera melaksanakan. Untuk mempercepat proses lapoaran keuangan,” pesan Sekda Irawansyah.

Kasubid Laporan Keuangan BPKAD Kutim, Eni Widya Astuti menyebutkan digitalisasi merupakan sistem alih media, dari bentuk cetak menjadi bentuk digital. “Sistem ini dilakukan untuk membuat arsip dokumen berbentuk digital,” terangnya.

Dijelaskan Eni, ide dilahirkannya e-Tam muncul karena kondisi tempat penampungan atau gudang tidak mencukupi serta menumpuknya berkas, sehingga susah mencari data apabila diperlukan.

Baginya keterbatasan sarana-prasarana ini menjadi gagasan, sebab selama ini OPD selalu mengumpulkan berkas dalam bentuk hard copi, sehingga menumpuk diruangan yang juga sempit.

“Selain membuat sempit, kami juga sulit membongkar gudang. Aplikasi ini juga kami beri nama E-TAM (Elektronik Data Monitoring). Aplikasi ini dibuat menjadi bank data elektronik, ya dikaitkan dengan khasanah Kutai namanya (E-TAM),” tuturnya.

Lebih jauh, dijelaskan, sistem online membantu dalam mengunci data sehingga jika ada OPD yang terlambat menyetor laporan keuangan otomatis sistem tidak akan menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). OPD yang telat akan disanksi penundaan penerbitan SP2D. Entah GU atau gaji,” tegasnya. (sdn)

Bagikan:

Related posts