Dinkes Terus Data Peserta Ijtima Ulama di Gowa Asal Berau

Caption : Kepala Dinas Kesehatan Berau saat memantau pendataan peserta asal Berau yang ikut Ijtima Ulama di Kabupaten Gowa Sulsel

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini masih melakukan pendataan peserta ijtima ulama di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan asal Berau, Selasa (31/3/2020).

Diperkirakan jumlah peserta asal Bumi Batiwakkal sebutan Kabupaten Berau  mencapai 62 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Berau Iswahyudi mengatakan dari data yang berangkat belum sepenuhnya melapor ke tim gugus cepat penanganan Covid 19.

Menurut Iswahyudi, peserta asal Berau yang mengikuti ijtima ulama di Gowa masuk dalam kategori orang tanpa gejala.

“Artinya orang tersebut harus melakukan karantina secara pribadi di rumah masing-masing sembari meningkatkan imunitas mencegah datangnya penyakit,” kata Iswahyudi.

Saat ini upaya pengumpulan data terus dilakukan Dinkes Berau melalui surveilans serta melibatkan bantuan TNI- Polri.

“Kami buat daftar dari orang-orang yang sendirinya melapor lalu kita kembangkan dengan menanyakan Ia berangkat dengan siapa,” tuturnya.

“Perlu dipahami ini bukan aib yang harus kita sembunyikan atau pelaku kejahatan tapi ini langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran virus corona apalagi mereka dikategorikan pelaku perjalanan resiko rendah,” jelasnya.

Iapun berharap peserta Ijtima ulama asal Berau untuk membantu petugas dengan melaporkan dirinya masing-masing.

Sebelumnya, Bupati H Muharram juga berharap masyarakat Berau yang mengikuti kegiatan Ijtima ulama di Kabupaten Gowa, agar kooperatif.

Menurut Muharram, masyarakat Berau yang berangkat memiliki amir atau pemimpin yang punya data dan list ulama yang berangkat.

“Kita sudah instruksikan dari gugus untuk melakukan pemantauan kepada mereka yang hadiri acara ijtima ulama di Gowa,” katanya.

“Karena mereka ada pimpinan jamaah yang punya list dan daftar nama yang berangkat sehingga diharapkan agar koopertif untuk kita selamatkan bukan untuk diapa-apa,” jelasnya.

Lanjut Muharram menghimbau kepada peserta ijtima ulama di Gowa agar kooperatif melaporkan kondisinya baik itu di rumah sakit maupun di Puskesmas terdekat.

“Karena kalau ada yang terjangkit bukan hanya mereka yang sakit tetapi juga keluarga dan masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.

Penulis : NHT

Editor : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts