Komisi Gabungan DPRD Kubar, Minta PT. THIESS/TSA Kembalikan Uang THR Karyawan

Komisi Gabungan DPRD Kubar, Minta PT. THIESSTSA Kembalikan Uang THR Karyawan

Caption: Diskusi antara Komisi Gabungan DPRD Kubar dengan manajemen PT THIESS/TSA, terkait pemotongan THR kepada tenagakerja yang di PHK perusahaan.

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Komisi gabungan DPRD Kabupaten Kutai Barat, mendatangi manajemen perusahaan PT. THIESS Contraktor Indonesia yang tergabung di PT. Teguh Sinar Abadi (TSA) berlokasi di site Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat.

Kedatangan wakil rakyat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman ini, dalam rangka kunjungan kerja dewan yang sebelumnya terjadwal ke lokasi perusahaan tambang batubara itu pada Jumat (26/6/2020) pagi.

Kunjungan kerja dewan ini setelah menerima data laporan, bahwa PT.THIESS/TSA melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan melakukan pemotongan uang tunjangan hari raya atau THR terhadap ratusan tenaga kerja tambang batubara diperusahaan ini tampa menyurati Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kubar.

Namun dihari yang sama, tiba-tiba manajemen perusahaan PT.THIESS/TSA mengalih kunjungan kerja dewan, menjadi ruang diskusi di aula rapat Hotel Sidodadi pada pukul 10.30 WITA. Dengan alasan, pihak perusahan tak mau melanggar aturan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.

Dalam ruang diskusi tersebut, Ketua Tim III Noratim mewakil komisi gabungan didampingi Arkadius Elly yang juga Ketua Komisi III DPRD Kubar, ditemui manajemen PT.THIESS/TSA yakni Sunarto selaku HRD Super Tanden dan Deputi Project Manager, Basuki Wibowo.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kubar, Matheus Ancah, Kabid Pelatihan Tenagakerja dan Produktivitas Disnaker Kubar, Rolan Tampu Bolon didampingi Kasi P2TK Aldrien dan Kabag Umum Setwan DPRD Kubar Hardiani bersama sejumlah staff dewan.

Noratim menilai, PT.THIESS/TSA melakukan PHK terhadap karyawan tampa menyurati instansi pemerintah (Disanaker) telah melanggar Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI. Selain itu melenceng dari Permennaker RI Nomor: 6 tahun 2016 tentang THR bagi pekerja/buruh di perusahaan.

“Sekitar 200 lebih karyawan yang di PHK tampa menyurati Disnaker Kubar. Lebih parahnya lagi, uang THR yang telah diberikan ke tenaga kerja non muslim telah dipotong dari uang PHK. Padahal sudah jelas aturannya, uang THR diterima sekaligus saat menyambut Hari Raya Idul Fitri,” tegas Noratim.

Politisi dari Fraksi Demokrad ini menyebut, tindakan perusahaan tersebut, tidak sesuai dengan pasal (7) pekerja/buruh yang hubungan kerjannya berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu dan mengalami pemutusan hubungan kerja terhitung sejak 30 hari sebelum hari raya keagamaan berhak menerima THR keagamaan.

“Pada dasarnya kita sebagai wakil rakyat tidak mau hak mereka dirampas. Sehingga kita meminta PT.THIESS/TSA untuk mengembalikan uang THR yang telah dipotong. Karena aturan THR berlaku diperusahaan ini sejak tahun 2011 lalu, diterima sekaligus disetiap tahun,” tandas Noratim.

Senada dikatakan Arkadius Elly, agar perusahaan tak membedakan golongan dalam hal pemberian THR keagamaan. Sebab, politisi dari Fraksi PAN itu menyebut. PT.THIESS/TSA dikenal sebagai perusahaan Contractor Nomor 1 di Kubar, sehingga paling banyak diminati warga lokal agar bisa menjadi karyawan di perusahan tersebut.

“Kita tidak menampik banyak perusahaan di Kubar masih mengabaikan hak-hak pekerja. Padahal, dalam aturan jelas dinyatakan perusahaan harus menjamin hak atas jaminan sosial pekerja dan hak atas penyesuaian upah. Persoalan inilah yang terus dan sering dilaporkan tenaga kerja ke kita,” tandas Elly.

Disisi lain Disnaker Kubar memiliki data tenagakerja aktif yang belum dilaporkan oleh pihak manajemen PT THIESS/TSA. Rolan pun kaget, jumlahnya cukup pantastis mencapai 1.400 lebih karyawan.

“Data karyawan ini belum ada laporannya sama-sekali dari pihak perusahaan ke Disnaker Kubar, sehingga kita tidak tahu asal usul datangnya dari mana tenaga kerja ini. Kita merasa dibodohi, sementara jika ada kasus ketenagakerjaan kita yang dilibatkan oleh perusahaan,” tukas Rolan.

Meski demikian PT.THIESS/TSA berkomitmen untuk menyampaikan permasalahan tersebut ke level manajemen tertinggi dari perusahaan itu di Jakarta. Sedangkan untuk data karyawannya akan segera diserahkan sesuai permitaan DPRD dan Disnaker Kubar.

“Kami tetap committed sesuai pembahasan diruang diskusi kita tadi. Segera kita sampaikan permasalahan ini ke manajemen perusahan kita di pusat. Jadi kita tunggu aja,” singkat Sunarto selaku HRD Super Tanden di PT.THIESS/TSA saat disambangi wartawan usai kegiatan tersebut.

Penulis : Alfian

Editor : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts