Hadirkan Masyarakat Pemilih, KPU Mahulu Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

MAHAKAM ULU, Swarakaltim.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mahakam Ulu menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Mahulu 2020.

Simulasi itu berlangsung pukul 7.00 pagi hingga pukul 13.00 siang, dilanjut sampai pukul 15.30 Wita, yang terpusat di BPU Kampung Long Bagun Ilir, Kecamatan Long Bagun, yang diikuti 55 orang masyarakat pemilih dengan menghadirkan petugas pemungutan suara (PPS) di lima kecamatan se-Mahulu, Sabtu (21/11/2020).

Hadir dalam kegiatan itu Ketua KPU Mahulu, Frederik Melawen, serta Komisioner KPU Mahulu lainnya, Bawaslu Mahulu, PPK dan Bawaslu tingkat kecamatan beserta anggota, tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Mahulu dan unsur Forkopimda serta undangan terkait lainnya.

“Kegiatan simulasi pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan serentak di kabupaten/kota se Indonesia. Hal ini dalam upaya meminimalisir terjadinya kesalahan dan ketidakpahaman masyarakat pemilih maupun petugas di TPS,” ungkap Frederik disela kegiatan tersebut.

Dimana dalam Pilkada 2020 merupakan hal baru dalam pelaksanaannya di tengah pandemi Covid-19. Lanjut dia, saat ini ada sejumlah aturan yang harus dipahami oleh pemilih maupun petugas di TPS. Yaitu dalam pelakasanannya harus mengikuti standar protokol kesehatan.

“Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Seperti memakai masker, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, pengecekan suhu tubuh dan sebagainya,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya berharap dalam simulasi yang dilaksanakan ini dapat dipahami baik oleh masyarakat maupun petugas di TPS, sehingga pada pelaksanakan Pilkada nanti tidak ada klaster baru. Dimana wilayah mahulu merupakan zona hijau dari Covid-19.

“Dalam simulasi ini kembali kita ingatkan kepada masyarakat yang telah memiliki hak pilih untuk datang menyalurkan hak suaranya ke TPS diwilayahnya masing-masing pada 9 Desember 2020 nanti,” kata Frederik.

Begitu pula dengan masyarakat pemilih yang belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) untuk segera melapor ke petugas PPK dan PPS maupun ke KPU Mahulu. Sehingga bisa menyalurkan hak pilihnya dalam pesta demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mahulu 2020.

Sementara Komisioner Devisi Teknis Penyelenggaraan KPU Mahulu Saaludin mengatakan, bahwa akibat adanya pandemi covid-19 yang terjadi di indonesia, tentunya akan memberikan suasana yang berbeda pada pelaksanaan Pilkada tahun ini.

“Dengan kondisi seperti ini, segala upaya harus dipersiapkan agar pelaksanaan Pilkada berjalan dengan lancar, aman dan sukses. Oleh karena itu, simulasi ini sangat penting sebagai pembelajaran untuk membiasakan diri agar mekanisme protokol kesehatan dapat berjalan dengan baik. Pemilih cerdas, mahulu berkualitas,” pungkasnya.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts