Dari Tinjauan ke Lapangan, Bupati Minta Perketat Pengawasan Harga

Caption: Bupati dan rombongan saat tinjau stok beras dan gula di Bulog

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Kamis (29/4/2021) Bupati Kabupaten Berau Sri Juniarsih Mas beserta Plt Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Agus Wahyudi juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), Badan Ketahanan Pangan Dan Holtikultura, Bagian Ekonomi Dan Penanaman Modal serta lainnya, melakukan peninjauan langsung kelapangan yakni Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Bulog, ketersediaan daging sapi dan ayam potong juga telur langsung ke peternakannya di Kampung Samburakat juga Gudang Sembako dan barang lainnya di Jl Pangeran Antasari.

Hal itu untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga. Dari tinjauan tersebut Bupati meminta kepada Diskoperindag untuk perketat pengawasan harga dipasaran.


“Saya minta tim juga Diskoperindag harus terus memantau akan harga barang dipasaran. Kalau dari data diterima untuk sembako termasuk daging beku stok Insa Allah aman hingga empat (4) bulan kedepan,” ungkap Sri Juniarsih.

Selama stok aman tambah Srikandi pertama berhasil menjadi Petinggi di Bumi Batiwakkal itu, maka harga juga pasti tidak akan terjadi lonjakan. Seperti cabe sempat harga perkilo mencapai Rp 120 ribu karena memang stok terbatas. Karena produksi cabe secara lokal tidak mampu mengamankan kebutuhan masyarakat Kota Sanggam sehingga masih mengharapkan pasokan dari luar daerah.

Setelah stok aman juga berpengaruh terhadap harga cabe, tadi saat ditanya di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) kembali stabil yakni sekarang cabe Rp 70 ribu per kilogram.


“Semoga sampai menjelang lebaran idul fitri 1442 H atau 2021 M tidak ada kenaikan harga pada bahan makanan apapun itu. Dan kita bisa mejamin sampai lebaran tetap stabil,” ujar orang nomor satu di Berau tersebut.

Setelah meninjau langsung kelapangan bisa dipastikan stok benar benar aman. “Hanya himbauan saya kesemua pedagang juga masyarakat selaku pembeli agar tetap menjaga Protokol Kesehatan (prokes) agar selain mencari rejeki tetapi tetap mengutamakan kesehatan. Aktifitas silahkan namun jangan sampai ada klaster klaster baru lagi ditengah pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) ini. Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga bakal kita pantau,” tutur Bupati Sri Juniarsih disela sela melakukan tinjuan dilapangan.

Saat diminta keterangan Kepala Perum Bulog Cabang Pembantu Tanjung Redeb Apriansyah mengatakan, untuk persiapan secara garis besar, beras ada dua jenis medium dan premium, saat ini stok medium 450 ton, premium 50 ton. Kalau medium estimasi penyaluran tiap bulan 100 ton artinya masih bisa untuk stok selama empat bulan kedepan, sedangkan untuk premium, kalau tiap bulan penyalurannya dikisaran 25 ton, artinya masih bisa tahan dua bulan. Stok lainya gula pasir sangat aman ada 170 ton.

“Berdasarkan hitungan kita per bulan menyalurkan sekitar 50 ton, artinya stok yang ada bisa mencukupi tiga bulan kedepan. Ada juga komoditi daging beku 3 ton mudah mudahan cukup sampai hari lebaran, karena kapasitas gudang daging beku kita tidak bisa muat banyak. Namun stok masih banyak di Samarinda, siap kirim selama penyimpanan kita di Bulog tersedia,” kata pria berusia 37 tahun tersebut.

Sedangkan tanggapan Kepala Diskoperindag Bumi Batiwakkal, Salim akan hal harga beliau menuturkan siap melaksanakan dan memang itu sudah menjadi agenda kerja OPD nya. Tatkala ada lonjakan harga seperti cabe beberapa waktu lalu itu karena faktor cuaca sehingga pengiriman ke Berau terlambat datang. Sementara permintaan tetap tinggi terjadilah harga yang melangit hingga Rp 120 ribu per kilogram.

“Yang agak kami waspadai adalah stok minyak goreng di Bulog lagi kosong, namun siap mendatangkan dari Kalimantan Utara (Kaltara) secepatnya. Namun di agen lain alhmadulillah stok masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat saat lebaran idul fitri yang tidak sampai setengah bulan lagi tiba,” imbuh Salim. (nht)

Publisher : Alfian (SK)

Bagikan:

Related posts