Bupati Mahulu Pantau Gerakan Ajak Lansia Vaksinasi Covid-19

Caption: Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, didampingi Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo, Danpamtas Yonif 114/RJP, Letkol Inf Indar Irawan, memantau berjalannya vaksinasi massal di Ujoh Bilang, Sabtu (8/5/2021).

MAHAKAM ULU, Swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Vaksinasi Covid-19 massal Tahap II. Kegiatan gerakan ajak lansia vaksin itu, dibuka langsung Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, terpusat di tribun Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Sabtu (8/5/2021).

Hadir dalam vaksinasi massal tersebut, Sekda Mahulu Stephanus Madang, Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo, Danpamtas Yonif 114/RJP, Letkol Inf Indar Irawan, Kabag Ops Polres Kubar AKP I Gde Dharma Suyasa, Kepala Dinkes P2KB Mahulu, Agustinus Teguh Santoso, para kasat dan Kepala OPD serta Kapolsek dan Danramil 0912-03 Long Bagun.

Bupati Mahulu Bonifasius mengatakan, sejak tahun 2020 lalu, Pemkab Mahulu telah mengambil kebijakan untuk melindungi warganya terhindar dari penyebaran Covid-19 yang menjadi pandemi global.

Sebelum di suntik, para lansia dan warga penerima vaksinasi Covid-19, dipantau tim keamanan gabungan TNI-Polri saat melalukan pendaftaran

“Saat ini Pemerintah bersama TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat telah menunjukan kurva kasus Covid-19 yang baik. Dimana berdasarkan data Satgas Covid-19 Kaltim, bahwa Kabupaten Mahulu masuk dalam Zona Kuning dengan jumlah terkonfirmasi dibawah 25 kasus,” ungkap Boni.

Hal ini patut disyukuri, kendati demikian, Bupati Mahulu dua periode ini mengatakan, kondisi saat ini jangan sampai lengah dan telah merasa aman. Sehingga mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran virus corona di Bumi Urip Keriman ini.

“Selain dibarengi dengan kedisplinan prokes, kita perlu juga melakukan pemberian vaksinasi kepada masyarakat, yang telah dilaksanakan sejak 17 Februari 2021 dengan capaian penerima vaksinasi 1.840 dosis, dengan klasifikasi prioritas yang telah ditentukan. Kemudian, secara bertahap pemberian vaksin telah terlaksana sebanyak 3.288 sasaran,” tutur Boni.

Ia juga menegaskan, bahwa dosis vaksinasi Covid-19 dinyatakan aman oleh BPOM. Selain itu ia menyebut, MUI telah menyatakan vaksin ini halal, setelah dikeluarkannya fatwa MUI No:13 tahun 2021, yang menyatakan vaksinasi ini tidak membatalkan ibadah ketika dilakukan kepada umat muslim yang sedang berpuasa.

“Saya tegaskan, bahwa vaksinasi ini aman dan halal. Oleh karena itu, masyarakat jangan takut untuk mengikuti penyuntikan vaksinasi Covid-19. Dikarenakan masih banyak warga dan para lansia yang khawatir dan takut akan divaksinasi,” imbuhnya.

Berdasarkan data dihimpun Swarakaltim.com, vaksinasi massal tahap II termin III, melalui gerakan ajak lansia vaksinasi Covid-19. Juga diikuti institusi pemberi layanan publik, pedagang, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta para matoris taxi speedbout, dengan keseluruhan terdaftar 820 penerima.

Penulis : Alfian (SK)
Editor : Redaksi

Bagikan:

Related posts