Disdik Samarinda Usulkan 72 Sekolah Tangguh Covid-19 dibuka PTM

Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Setelah 1.013 orang guru divaksin Covid-19 sejak 4 Maret 2021, Dinas Pendidikan kota Samarinda akan mengusulkan 72 sekolah tangguh Covid-19 untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (3/6/2021) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Asli Nuryadin melalui Kepala Bidang Pemberdayaan SMP Barlin Hadi Kusuma mengatakan sebelumnya ada 14 sekolah yang terdata dan siap untuk PTM di 14 sekolah yang dipilih menjadi Sekolah Tangguh Covid-19 tahap pertama.

“Dari 14 sekolah ini, SMP nya ada 6 Sekolah, TK nya ada 5 Sekolah dan SD nya ada 3 Sekolah, dan sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 untuk mendapatkan izin membuka PTM,” lanjutnya.

Kemudian lanjut Barlin menambahkan setelah Sekolah Tangguh Covid-19 tahap kedua di 72 sekolah, dan sudah di Vaksinasi guru sebanyak 710 orang.

“Jadi kalau di total keseluruhan ada 1.013 guru yang telah divaksin Covid-19 tingkatan TK, SD, dan SMP,” ujarnya.

Walaupun begitu, katanya jumlahnya belum seberapa dengan total keseluruhan guru di kota Samarinda yang berjumlah 8 ribuan.

Untuk itu, Barlin menyebutkan bahwa per hari ini (red, Kamis 3/6/2021) Disdik Kota Samarinda kembali mengajukan guru di 72 Sekolah yang ada di Samarinda untuk dibuka PTM ke Pemerintah Kota Samarinda.

“Upaya ini dilakukan agar banyaknya permintaan ke dinas untuk dilakukan PTM serta mengikuti arahan dari kementerian pendidikan yang telah menargetkan untuk PTM di bulan Juli mendatang,” terangnya.

Maka dari itulah, pihaknya terus mengusulkan agar semua guru bisa mendapatkan program vaksinasi.

“Sekolah yang gurunya sudah Vaksinasi Covid-19 yang disebutkan tadi, sudah bisa membuka PTM,” ungkapnya.

“Atas anjuran dari kementerian pendidikan melalui Webinar, di harapkan Pemda bisa memberikan izin, karena ada beberapa Pemda yang tidak berani membuka PTM ini, walaupun gurunya sudah di vaksin,” jelasnya.

Ada pun sekolah SMP yang telah dibuka PTM yakni SMP 42 berambai, SMP 30 di Pampang, SMP 23 di Makroman, SMP Nabil Husien di Loa Bakung, SMP IT Madinah Sungai Pinang, dan SMP islamic Center.

“Kemarin SMP 32 gurunya sudah vaksinasi Covid-19, namun belum boleh dibuka PTMnya karena ada harus melalui proses mekanisme nya, seperti membuat protokol kesehatan, ada simulasinya, sekolah wajib menunjukkan kitab monev dari puskemas dan dinas, harus ada surat pernyataan dari orang tua, dan terakhir ada surat dari Satgas Covid-19, dan baru bisa membuka PTM,” tukasnya.

Ia berharap sekolah tidak mengharapkan biaya dari pemerintah, namun juga bisa dilakukan dengan biaya sendiri/mandiri, karena pihak sekolah swasta bisa mendapatkan bantuan dari perusahaan. (*/AI)

Editor : Doni

publisher : Alfian (SK)

Bagikan:

Related posts