Mahasiswa UMM, Bantu Optimalkan Pola Asuh Orang Tua Di Masa PANDEMI

Samarinda, Swara Kaltim.com-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang tergabung dalam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 97 bersinergi bersama orang tua siswa-siswi SD-SMA sederajat untuk mengoptimalisasi pola asuh orang tua dalam  mendidik anak di masa pandemi di Balai Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Optimalisasi sinergisitas itu meliputi sosialisasi parenting education untuk anak usia 7-18 tahun. Tujuan dari pada kegiatan ini ialah memberikan pemahaman baru terhadap orang tua tentang bagaimana mendidik anak di masa pandemi.

Kegiatan ini di gelar selama 2 hari dari Ahad (13/06/2021) hingga Senin (14/06/2021) dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pada hari pertama sosialisasi parenting education diperuntukkan kepada orang tua siswa-siswi sekolah dasar usia 7-12 tahun karena pada masa sillver ages ini, banyak sekali orang tua yang tidak tau bahwa masa remaja mereka ditentukan di masa ini hingga kelalaian pola asuh terjadi, ingatlah mereka bukan lagi balita. Hal ini disampaikan oleh Seilen Syahirah Elbagiz, S.Psi sarjana Psikologi Klinis Universitas YARSI Jakarta selaku pemateri. Mbak Sei begitu panggilannya juga menyampaikan bahwa “anak pada silver ages ini, hanya ingin bermain, belajar dan bersaing secara sehat”. Ia juga memberikan tatik jitu untuk menghadapi anak usia ini dengan metode ‘’yuk, sama-sama duduk!’’. Metode ini dilakukan dengan berkomunikasi dua arah dan melewati fase hukuman karna menghukum anak tidak akan membuat mereka jera.

Memasuki hari kedua, dengan pemateri yang sama kami membahas tentang cara mendidik anak remaja usia 13-18 tahun. Kegiatan ini dihadiri oleh salah satu staff desa yakni pak Achmad Rifani selaku Kasi. Kesejahteraan dan orang tua siswa siswi SMP dan SMA sederajat.  Kasi kesejahteraan itu dalam sambutannya menyampaikan “kita disini tidak ada yang lebih berpengetahuan, kita duduk bersama untuk belajar mendidik anak kita”. Berbeda dengan pembahasan hari pertama mengenai silver ages, pada hari ini, pemateri menyampaikan bahwa mendidik anak remaja itu menentukan jati diri mereka di kemudian hari. “Anak usia ini ingin berteman, belajar dan berpengalaman” ujar Mbak Sei karna di usia ini mereka memiliki emosi yang tidak stabil dan keras kepala sehingga tidak mau dikekang oleh orang tuanya. Jadi di acara itu, mbak sei memberikan solusi agar orang tua melakukan komunikasi dua arah, menggunakan I message yakni menyampaikan perasaan orang tua terlebih dahulu dan memberikan mereka kebebasan dan batasan yang tidak berlebihan, serta berikan mereka ruang.

“Beranjak dari sosialisasi ini nantinya akan ada kegiatan Gazebo Ta’lim dimana PMM 97 bersinergi bersama orang tua dalam membantu adik-adik sekolah dasar memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh sekolah dan juga menyediakan English Fun Learning untuk belajar bahasa inggris dasar serta embantu kesulitan yang dialami oleh adik-adik SMP-SMA sederajat terutama dalam bidang Bahasa Inggris dan Teknik Informatika” ujar Koordinato Kelompok 97, Anna Ashry Savirah.(*)

Publisher : Rina (SK)

Bagikan:

Related posts