Pendiri PMDN Tak Ambil Jatah Ketua Umum

SAMARINDA, Swara Kaltim
Sebanyak sembilan tokoh Dayak Kalimantan Timur telah mendirikan organisasi Dayak level nasional Perhimpunan Masyarakat Dayak Nasional (PMDN), namun walaupun sebagai inisiator mereka tidak akan memposisikan diri sebagai ketua careteker ataupun ketua umum.
“Kami sembilan orang inisiator kedepannya tidak memposisikan diri sebagai ketua careteker ataupun sebagai ketua umum di PMDN. Murni hanya untuk mendirikan organisasi skala nasional yang bisa menjembatani aspirasi warga Dayak di level nasional,” ucap salah satu inisiator PMDN Syaharie Jaang yang juga ketua umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Adapun 9 inisiator PMDN yang merupakan tokoh dari beragam sub etnis dan profesi, yakni Syaharie Jaang dari Bakumpai yang juga ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, Rudyanto Sulisthio Dayak Modang (Ketua PDKT Samarinda), Paulus Adam organisasi Sempekat Tonyooi Benuaq (STB) juga profesi notaris, Ajat Selli Dayak Kenyah (Wiraswasta), Arbanus Tokoh Pemuda Dayak dari Isen Mulang, Marthen Apuy tokoh politik dan akademisi, Ary Yaser Philipus mantan akademisi dan birokrat dari Lundayeh, Veronica Hinum tokoh perempuan dan birokrat dari Dayak Bahau Saq dan Erika Siluq ketua umum Gerdayak.
Oleh karena itu lanjut Jaang pendiri PMDN segera menyusun dan mendiskusikan kriteria bagi careteker untuk mengawal bisa terlaksananya kongres PMDN.
“Paling lambat 1 tahun akan bisa segera melaksanakan kongres pertama memilih ketua umum PMDN. Di sini kami tegaskan, kami para pendiri tidak akan mengambil posisi sebagai ketua umum,” imbuh wali kota Samarinda dua periode 2010-2015 dan 2016-2021.
Ia berharap ketua umum PMDN nanti bisa membawa paguyuban besar skala nasional ini menjadi perekat daripada anak-anak seluruh bangsa dan negara.
Pendiri lainnya Marthen Apuy menambahkan keberadaan PMDN sebagai wadah berkumpulnnya masyarakat Dayak secara nasional tanpa memandang strata sosial ekonomi. “Semuanya ada didalam sini. Organisasi ini menjadi partner organisasi masyarakat Dayak yang lain. Untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Dayak kedepannya. Bentuknya universal dan tempat berkumpulnya semua organisasi Dayak,” tandasnya.
Ditambahkan Paulus Adam, organisasi ini bisa bekerja sama pemerintah pusat untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.
“PMDN akan bekerjasama memberikan ide, gagasan atau bentuk apapun. Membantu memikirkan, khususnya masyarakat Dayak. Bagaimana berkomunikasi sama-sama menciptakan kerukunan, gotong royong terutama untuk pemerintah pusat,” pungkas Paulus.(dho)

Bagikan:

Related posts