Agar Tetap Fit dan Tidak Tertular Covid, Atlet Jangan Keluyuran

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Berkegiatan di masa pandemi Covid-19 sangat berisiko, tidak terkecuali kegiatan training center atau pemusatan pelatihan daerah (Puslatda) Sentralisasi yang dilaksanakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim bagi atlet Benua Etam untuk PON XX Papua.

Karenanya, Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor sangat berharap momen Puslatda Sentralisasi yang dilaksanakan sejak 8 Juli – 30 September dilakukan secara baik dan penuh disiplin.

“Saya berharap kepada semua, baik pelatih dan official, terlebih atlet agar memanfaatkan momen pelatihan sebaik mungkin,” kata Gubernur Isran Noor saat mencanangkan Puslatda Sentralisasi PON XX Papua di Halaman Parkir Gedung KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa Samarinda, Rabu (7/7/2021).

Terlebih lagi menurut mantan Bupati Kutai Timur ini, training center untuk meningkatkan kemampuan dan menambah keterampilan para atlet, sehingga terbentuk ketahanan tubuh dan mental juara pada diri para atlet.

Maka, jangan sampai Puslatda di masa wabah corona ini terganggu, bahkan atlet sampai terpapar virus yang berakibat buruk bagi diri dan kondisi kesehatan atlet.

Perlu diketahui tegas Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim ini, bahwa kondisi dan perkembangan corona di Kaltim terus melonjak dan naik signifikan angkanya.

Karenanya, ujarnya lagi, kondisi ini harus menjadi perhatian seluruh pihak penyelenggara Puslatda Sentralisasi, agar seluruh kontingen Kaltim mampu menuntaskan TC dan berlaga di PON XX Papua.

“Tolong panitia, pelatih juga official perhatikan atletnya. Disiplin ya. Jangan keluar-keluar asrama atau keluyuran. Jangan keliaran diluar untuk hal-hal tidak perlu dan membahayakan kesehatan,” pesan suami Hj Norbaiti, Ketua TP PKK Kaltim itu.

Komandan Puslatda Sentralisasi Dr H Andi Harun mengungkapkan sebelum mengikuti TC, para atlet sudah melakukan vaksin (2 kali) dan swab antigen.

“Namun demikian, selama Puslatda setiap orang terlibat, tetlebih para atlet tetap wajib menerapkan disiplin protokol kesehatan,” jelas Walikota Samarinda itu.

Ditambahkannya, selama mengikuti TC, para atlet tidak saja diawasi tidak boleh kemana-mana, juga tidak boleh bertemu keluarga.(yans/sdn/humasprovkaltim/adv/aya/sk)

Editor : Redaksi

Publisher : Alfian (SK)

Bagikan:

Related posts