Menanti Terlalu Lama Wakil Walikota, Suhu Parpol Koalisi Bisa Menghangat

Catatan Suara Parpol Koalisi Pengusung Rahmad Mas’ud – (Alm) Thohari Aziz (Bagian-4 habis) 

—Pengantar Redaksi—

BALIKPAPAN-Swarakaltim.com Salam Pancasila, salam kompak, salam sehat selalu di tengah Covid 19. Sesuatu yang membanggakan bagi pembaca Media Swara Kaltim yang masih bersemangat mengikuti perkembangan politik di Balikpapan. Apalagi bicara arah sikap prilaku partai politik terkait kekosongan Wakil Walikota Balikpapan pendamping H. Rahmad Mas’ud. Bagaimana penomena Sikologi Politik hingga saat ini. Kecendrungan seperti apa yang sebenarnya yang diinginkan para partai politik.  Berikut catatan Slamet Iman Santoso,S.sos Wartawan  Swara Kaltim mepaparkan.

Dalam konstalasi politik di Pilkada Balikpapan 2020 lalu, 9 Parpol pengusung Rahmad Mas’ud dan (Alm) Thohari Aziz seperti PDIP, Golkar, PKS, Demokrat, Gerindra, PKB, Perindo, PAN, PPP telah bersama-sama berusaha meraih suara untuk tujuan yang sama mengantarkan calon  Walikota dan wakilnya meraih sukses di Pilkada 9 Desember 2020.

Keluarga Alm H.Thohari Aziz

Dalam perjalaannya H.Thohari Aziz yang meninggal dunia Rabu,(27/1/2021).  Mekanisme terkait pengisian kekosongan Wakil Walikota Balikpapan ini mengacu berdasarkan aturan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Pertai pengusung dalam ketentuannya dapat mengajukan 2 usulan nama calon pengganti wakil Walikota yang tertuang dalam pasal 176.

Gubernur Kalimantan H. Isran Noor  telah melantik Walikota Balikpapan 31 Mai 2021. Jika di hitung-hitung termasuk hari libur baru 52 hari H.Rahmad Mas’ud melaksanakan tugas menjadi Walikota Balikpapan. Masa tugas Walikota Balikpapan dalam periode ini tidak penuh 5 Tahun, diperkirakan hanya sekitar 3 tahun saja sesuai ketentuan yang mengaturnya.

Saat kampanye dialogis Pilkada 2020 pemenangan Rahmad-Thohari

Masa jabatan  yang di berikan begitu singkat hanya hingga 2024.  Dibutuhkan kerja keras, kekompakan, kebersamaan dengan pemikiran yang smart,  kelak diharapan dapat membangun kota Balikpapan dan membawa  kesejahtraan untuk masyarakat-nya. Ini realita dan amanah yang harus di hadapi dengan ikhtiar kerja-kerja ihklas, jujur sepenuh hati karena Allah SWT. Jika memang hatinya ingin diletakan di situ !  Inshaa Allah dengan waktu yang singkatpun, akan mebawa ke Fastabiqul  Khairat buat ummat.   

Dalam kondisi dan situasi seperti itu, tidaklah berlebihan dan wajar saja jika ada pemikiran yang di sampaikan oleh beberapa Ketua Partai Koalisi dan harapan dari kalangan dan sejumlah lapisan masyarakat. Alangkah baiknya H.Rahmad Mas’ud Walikota Balikpapan saat ini segera mengisi kekosongn Wakil Walikotanya tersebut. Selain meringankan tugas, sempurnalah amanah jika membangun Kota Balikpapan bisa seiring sejalan dengan disertai keberadaan Wakilnya. 

“Membangun  kota Balikpapan ini tidak hanya Walikotanya, beliau Bapak Rahmad butuh wakil untuk mendampingi beliau. Bukan hanya menyelesaikan soal Balikpapan dua saja, tapi bagaimana menyelesaikan soal visi dan misinya bersama-sama.  Seperti janji Bapak Rahmad terkait 1.000 lebih lampu penerangan, dan  pada 2022 akan direalisasikan BPJS gratis untuk golongan kelas 3 dan  masih ada lagi. Ini tentu butuh kerja bersama dan harus kita selesaikan dan untuk pemerintah yang bagus itu ada Walikota dan Wakil Walikotanya,” ujar H. Sonhaji Ketua DPD PKS Kota Balikpapan ketika ditanya media saat  silahturahim kebangsaan PKS di Kator DPC Partai Gerindra Balikpapan belum lama ini. 

Muhammad Taqwa, Spi Ketua DPC Gerindra Kota Balikpapan, Budiono Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Balikpapan, Hj. Jumiati Ketua DPC PPP Kota Balikpapan sependapat dengan arah pemikiran H.Sonhaji Ketua PKS (Partai Keadilan Sejahtera) jika kekosongan Wakil Walikota Balikpapan ini segera selesaikan.  Terlepas masing-masing Partai koalisi memliki ke-inginan untuk mencalonkan kader terbaiknya menjadi Wakil Walikota Balikpapan. Semua tata caranya ada aturan yang mengaturnya.

“Kalau teman-teman partai koalisi ingin mengajukan kadernya manjadi wakil Walikota itu biasa dan wajar saja. Nanti kan jika semua partai mengajukan nama-nama kadernya, tentu akan ke Walikota juga. Dari situ akan muncul  2 nama,  tapi sebelum kesana  tentu ada tahaban dan etika  mekanisme kerja dalam penjaringan wakil walikota yang perlu di penuhi dan di taati serta dikoordinasikan bersama,” ujar H. Sonhaji     

Sementara itu menurut pengamatan media ini,  untuk menempatakan Wakil Walikota Balikpapan akan di warnai kehangatan oleh beberapa partai koalisi. Ketidak nyamanan  dan benih pernik kehangatan itu muncul saat Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim Safaruddin menyampaikan pernyataan yang di sampaikan di media di Kaltim (31/5/2021).  Safaruddin mengharapkan kepada Rahmad Mas’ud untuk tetap memilih PDIP. Bukan tanpa sebab, baginya yang berkeringat adalah PDIP. “Ya milih PDIP dong. Kan yang berkeringat PDIP. Masa enngak keringat apa-apa terus mau jadi. Kalau mau harus berkeringat dong, masa keringat orang mau di pakai,” ungkapnya. Partai-partai pengusung lanjut Safaruddin, sudah mengerti tentang hal itu. Dalam politik ada etika dan juga hati nurani.

Kemudian H.Safaruddin  menegaskan kembali penyataanya “itu yang selalu saya sampaikan bahawa dalam berpolitik ini ada etika dan hati nurani. Saya kira  partai-partai di Balikpapan juga mengerti tentang itu. Kalau ada yang tidak mengerti berarti tidak punya etika,”ucapnya.

Penyampain komunikasi politik Ketua DPD PDI-P Kaltim ini lah yang membawa bias.  Bisa saja Parpol Koalisi dapat menerima pernyataan itu,  namun sebaliknya bisa pula membawa luka perasaan partai-partai politik Koalisi yang ada. Dengan tanda “ seakan-akan kehadiran dan kontribusi meraka parpol koalisi  dalam perhelatan politik di Pilkada di Tahun 2020 untuk bersama-sama berjuang memenangkan Rahmad Masud diangggap tiada arti atau sebelah mata”.  

Apakah benih-benih perbedaan sudut pandang politik di dalam memilih Wakil Walikota Balikpapan ini akan mengerucut dengan komunikasi silahturahim yang positif.  Bagaimana loby-loby Politik di elit ketua partai koalisi. Serta akan kah Walikota Balikpapan Rahmad Masud menghendaki percepatan untuk mengisi kekosongan Wakilnya.  Lalu bagaimana secara psikologi Ketua Partai Golkar Balikpapan Rahmad Masud menangapi keinginan PDI-P untuk menempat  istri Alm H. Thohari Azis untuk menjadi pendamping.  Kita tunggu nanti.  (SELESAI)

Bagikan:

Related posts