Kaltimra Kekurangan Pasokan Oksigen 15 Ton Setiap Hari, Balikpapan Kekurangan Stok Obat Anti Virus.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat meninjau gudang obat di Jl. Martadinata Kota Balikpapan (26/7/’21).

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com-
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) saat ini masih kekurangan pasokan oksigen untuk kebutuhan pasien Covid 19 mencapai 15 ton per hari. Sedangkan Kota Balikpapan juga kekurangan stok obat anti virus.

Menko PMK menegaskan hal itu disela-sela kunjungannnya meninjau langsung pasokan oksigen di Kaltimra. Terkait hal itu, Muhadjir meminta kepada perusahaan yang memiliki botol oksigen di Kaltim, untuk dapat meminjamkan ke rumah sakit maupun warga.

“Bagi perusahaan yang mau memberikan sumbangan oksigen kepada masyarakat dan rumah sakit supaya jangan mengambil produsen dari Kaltim. Diusahakan dari luar, karena dia juga mengambil dari produsen Kaltim. Ya sama aja tidak menambah kapasitas, justru merugikan masyarakat yang lebih membutuhkan jadi terhalang karena diambil oleh perusahaan yang memberikan sumbangan itu,” tegasnya.

Muhadjir lebih jauh menjelaskan, perusahaan yang berada di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar memberi bantuan atau meminjamkan botol-botol oksigen supaya dapat dimanfaatkan oleh rumah sakit dan masyarakat.

“Tadi dari Pupuk Kaltim menyampaikan akan mendatangkan generator yang bisa memproduksi oksigen. Kapasitasnya cukup bagus. Saya sangat mengapresiasi,” tegasnya.

Meski demikian, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy tidak hanya meninjau ketersediaan oksigen di Balikpapan, melainkan juga menyempatkan meninjau gudang obat Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang berada di Jalan RE Martadinata, Balikpapan Tengah.

Muhadjir mengaku, berdasarkan pantauan di gudang obat milik DKK Balikpapan stok obat masih sangat kurang terutama obat antivirus yang tersisa 300 tablet, untuk itu diminta untuk segera berkoordinasi dengan pusat untuk tambahan obat-obatan.

“Warga terpapar Covid-19 tapi memiliki gejala ringan dan tidak bergejala maka isolasi mandiri di rumah, maka diperlukan pasokan obat-obatan anti virus, sementara obat tersebut tersedia di rumah sakit. Sehingga mereka yang melaksanakan isolasi mandiri sewaktu-waktu kondisinya bisa naik menjadi berat, maka mereka perlu obat antivirus,” jelasnya.

Berkaitan dengan vaksinasi di Kaltim diakui Muhadjir masih tergolong rendah.Untuk tahap satu diangka 22 persen untuk tahap kedua baru 10 persen, namun ada cadangan vaksin yang dilakukan TNI Polri dan PUPR.

“Vaksinasi masih sangat rendah, padahal pak Presiden sudah mengamanahkan agar vaksin kedua dapat digunakan semuanya , sehingga tidak boleh ada vaksin tahap satu yang ngendap di gudang,” tegas.

Kini pengiriman vaksin juga akan diatur lagi terutama untuk ke Kaltim, mengingat laporan dari Kadinkes Balikpapan cadangan vaksin akan habis pada besok.

Sementara itu, Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty mengaku, saat ini total sudah ada 93 ribu dosis vaksin yang diberikan ke warga Balikpapan yang bersumber dari berbagai pihak.

“Kami dapat bantuan vaksin dari beberapa kegiatan seperti Kill Covid sebanyak 10 ribu dosis, Polri 32 ribu dosis, TNI 18 ribu dosis, BIN 3 ribu dosis, semetara program dari pemerintah baru diangka 12 ribu dosis vaksin,” tegasnya.(*DB/SIS)

Bagikan:

Related posts