Perbup Tentang Pemanfaatan Batik Motif Khas Berau Segera Ditetapkan

Plt Kepala Diskoperindag Berau Salim bersama Ketua Dekranasda Berau Sri Aslinda Gamalis memperlihatkan salah satu Batik tulis produksi pengrajin Bumi Batiwakkal.

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melahirkan Peraturan Bupati (Perbup) mengatur tentang Pemanfaatan batik motif khas Berau, bukan hanya isapan jempol semata. Setelah dibahas melalui beberapa kali rapat, dimana perdana rapat dipimpin langsung Bupati Sri Juniarsih Mas pada tanggal 28 Juni 2021 lalu, rencananya setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir Perbup segera ditetapkan. 

Mengungkapkan hal tersebut Plt Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bumi Batiwakkal Salim saat berjumpa di kantor Diskoperindag Jl Murjani 1 Kecamatan Tanjung Redeb, Kamis (19/08/2021). “Setelah berbagai kekurangan dilengkapi segera akan ditetapkan Perbup pemanfaatan batik Berau tersebut,” ungkap Salim. Kebetulan hal itu didukung, karena draft Perbup tersebut juga setelah dikosultasikan ke Pemerintah Pusat (Pempus) tidak ada poin yang bertentangan dengan aturan atau ketentuan lebih tinggi.

“Melalui Perbup ini sebagaimana harapan Bupati  mudahan mampu mendukung pengembangan hasil kreatif potensi pembatik Bumi Batiwakkal kedepannya,” ujar Salim. Langkah selanjutnya tambah beliau, setelah Perbup final lanjut ketahapan mempersiapkan secara tekhnis realisasi pelaksanaan dilapangan. Mengapa dibuatkan piranti hukum berupa Perbup, supaya realisasi dilapangan ada acuan jelas. “Yang pasti dengan hadirnya Perbup tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi semua Pengrajin batik di Berau karena harus menyiapkan semua kebutuhan batik yang kita perlukan dalam jumlah besar dan tidak bolah didatangkan dari luar,” jelas Salim lagi. 

Itu sebabnya tiap kali rapat semua Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait termasuk Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranasda) Berau dan jajarannya juga semua pemenang design batik Berau yang pernah menguikuti kompetisi turut hadir. Karena saat Perbup telah direalisasikan, hendaknya semua pengrajin bisa terbina secara merata. Semua itu yang mengatur adalah Dekranasda, makanya selalu dilibatkan saat rapat pembahasan Perbup tentang pemanfaatan batik Berau ini. “Agar tujuan dari program dan Perbup ini benar benar terealisasi sebagaimana harapan, pengrajin batik diminta bentuk Koperasi sehingga mudah dalam pembinaanya nanti,” tutur Salim.   

Masih menurut beliau, khusus Industri batik yang ada di Berau sejuh ini berjumlah 7 Industri membina sebanyak 48 Industri Kecil Menengah (IKM) dengan rincian Kecamatan Tanjung Redeb sebanyak 5 Industri antara lain Rumah Batik Berau atau Roli Evanali membawahi 7 IKM, Batik Ta Puri  10 IKM, Batik Warna Alam  atau Yuli Eka S 5 IKM , Batik Syah Pandu Rata  3 IKM dan Batik Sinar Banua membawahi 3 IKM. Sisanya Batik Maluang 10 IKM di Kecamatan Gunung Tabur serta Batik Tembudan di Kecamatan Batu Putih 10 IKM. “Intinya untuk realisasi pemanfaatan batik Berau ini, sesuai rencana tahun 2023 mendatang. Mudah mudahan terlaksana sesuai tahapan,” Salim.

Sementara itu Ketua Dekranasda Berau Sri Aslinda Gamalis saat diminta tanggapannya akan pemanfaatan batik Berau menjelaskan, saat ini seluruh pengrajin batik di Bumi Batiwakkal lagi dihimpun untuk bergabung ke Koperasi yang sedang tahap di bentuk. Tujuannya saat pemanfaatan batik dimulai maka semua pengrajin akan dibina secara merat dibawah koperasi pengaturannya dilapangan. Sistemnya bagaimana itu sudah dibahas juga internal pengrajin batik. “Jadi kalau tahapan Perbup itu kami tidak turut langsung, namun untuk mempersiapkan seluruh pengrajin agar nantinya saat waktunya tiba semua siap. Termasuk agar tidak ada Pengrajin merasa ditinggalkan, makanya digabung seluruh pengrjin di koperasi sedang tahap pembentukan saat ini,” jelas Sri Aslinda yang juga merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Berau itu. (nht)

Bagikan:

Related posts