Kejati Kaltim Gelar Upacara HUT PERSAJA Ke-72 Tahun 2023.

Loading

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) telah menggelar kegiatan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) yang Ke-72 Tahun 2023, dengan mengangkat tema “Sinergi dan Kolaborasi Demi Kemajuan Negeri” di halaman Kantor Kejati Kaltim Jalan Bung Tomo Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (8/5/2023).

Dalam kegiatan upacara ini di pimpin langsung oleh Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Kaltim Dr. Harli Siregar, SH.M Hum dan diikuti oleh Para Asisten, para koordinator, Kabag TU dan seluruh pegawai dari Kejati Kaltim serta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda beserta seluruh pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Seksi Kasi Penerangan Hukum Penkum Kejati Kaltim Toni Yuswanto melalui press release “SIARAN PERS Nomor : 38/O.4.3/Penkum/05/2023” dan menerangkan bahwa Jaksa Agung Republik Indonesia (RI), dalam amanat tertulisnya yang dibacakan langsung oleh Wakajati Kaltim bahwa, Persaja sebagai satu-satunya wadah organisasi profesi bagi para Jaksa, yang menghimpun, menyatukan dan menaungi para Jaksa di seluruh Indonesia dengan berlandaskan keilmuan dan kemasyarakatan yang memperjuangkan tegaknya hukum, yang mengandung makna substansi kepastian, kebenaran dan keadilan.

“Sebagai sebuah organisasi profesi yang juga menjadi wadah tempat berhimpunnya para Jaksa dalam memupuk jiwa korsa dengan semangat kebersamaan, kesatuan dan persatuan, memperkukuh kesetiakawanan, meningkatkan integritas, dan profesionalisme Jaksa, PERSAJA tentunya sangat dibutuhkan dalam menopang pelaksanaan perannya sebagai Jaksa maupun dalam kehidupan sehari-hari, agar setiap insan Adhyaksa menyadari dirinya mampu menjadi teladan dan dapat memberikan contoh yang baik bagi lingkungan dimana pun ia berada,” ujar Wakajati Kaltim Harli Siregar.

“Eksistensi PERSAJA diharapkan mampu menjadi fasilitator dalam membentuk Jaksa sebagai abdi hukum profesional, berintegritas, berkepribadian, berdisiplin, memiliki etos kerja tinggi, penuh tanggung jawab, bermoral dan berhati nurani, sehingga dapat meminimalisir segala bentuk perbuatan tercela yang dilakukan oleh para-Jaksa,” lanjutnya.

Wakajati mengatakan pula bahwa PERSAJA sebagai rumah bagi para Jaksa harus transparan dalam menyalurkan aspirasi para anggotanya.

“Untuk itu, PERSAJA diharapkan mampu mengaktualisasikan diri dengan memahami perkembangan global, tanggap dan mampu menyesuaikan diri dalam memelihara citra profesi dan kinerja para Jaksa, sehingga apa yang disuarakan dapat dirasakan manfaatnya secara utuh bagi anggotanya,” imbuhnya.

“Di samping itu, secara personal kita semua yang hadir dalam upacara ini, guna mengemban amanah dalam menjaga moral, khususnya bagi Jaksa selaku aparat penegak hukum,” ujarnya.

“Masyarakat akan menghargai dan mencintai aparat penegak hukum bila kita sendiri menghargai tugas dan kehormatan profesi, yang pada akhirnya martabat kita sebagai Jaksa akan tetap terjaga di mata masyarakat,” kata Wakajati Kaltim Harli Siregar.

“Berbagai tantangan dan hambatan dalam setiap melaksanakan tugas telah dihadapi bersama, oleh karenanya, hal tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menyerah, melainkan semakin membentuk karakter profesi Jaksa menjadi lebih kuat,” tuturnya.

“Selain tugas sehari-hari, seorang Jaksa dituntut harus mampu mengatasi berbagai persoalan lain dan potensi permasalahan yang muncul demi tegaknya supremasi hukum yang berkeadilan,” ucapnya.

“Saya mengajak seluruh Jaksa untuk senantiasa menjalankan tugas secara profesional dan menjunjung tinggi integritas dalam tahapan penegakan hukum,” katanya.

“Terlebih pada saat ini, eksistensi, peran, dan fungsi penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan menunjukkan tren positif yang dibuktikan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Kejaksaan,” Kata Wakajati dalam sambutannya.

Wakajati menyampaikan skor kepercayaan publik terhadap penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu 9 tahun terakhir dengan angka 80,6%.

“Meski demikian, Jaksa Agung berpesan untuk jangan berpuas hati dengan pencapaian ini, karena perjuangan justru baru saja dimulai. Sebab meraih itu sulit, namun mempertahankannya akan jauh lebih sulit,” sambungnya.

“Kepercayaan yang dititipkan oleh masyarakat terhadap Kejaksaan hendaknya jangan dikhianati,” harapnya.

“Senantiasa kita jaga sebaik-baiknya dengan penuh integritas, dengan cara tidak melakukan perbuatan tercela yang pada akhirnya akan menutupi keberhasilan yang telah dicapai dan mencoreng marwah oleh institusi yang kita cintai bersama ini,” ujar Wakajati Kaltim inj.

Selanjutnya, Wakajati mengatakan Jaksa Agung selaku Pimpinan Kejaksaan dan Pelindung PERSAJA, tidak akan pernah bosan mengingatkan kepada seluruh keluarga besar Adhyaksa sebagai pejabat publik, harus senantiasa menunjukkan pengabdian melayani masyarakat dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, menaati sumpah jabatan, menjunjung tinggi doktrin Tri Krama Adhyaksa, serta membina hubungan kerja sama dengan para pemangku kepentingan dan masyarakat.

“Tetap terapkan pola hidup sederhana dan senantiasa tunjukkan nilai keteladanan dalam bersikap, berperilaku sesuai norma dan nilai yang hidup serta berkembang dalam masyarakat,” kata Harli Siregar.

“Tidak lupa juga saya juga ingin mengingatkan, bahwa institusi Kejaksaan tidak hanya terdiri dari Jaksa semata, melainkan juga ada unsur pegawai Tata Usaha yang mempunyai peran tidak kalah penting dalam proses penegakan hukum,” ucap Harli Siregar.

“Untuk itu, dalam optimalisasi kinerja tugas dan fungsinya, Jaksa harus mampu membina hubungan yang baik dengan sesama Jaksa dan Tata Usaha,” pintanya.

“Jadikanlah semuanya sebagai partner dan kawan seiring dalam pelaksanaan tanggung jawab dan tugas yang ada dengan penuh kebersamaan,” pungkasnya.

Setelah kegiatan ini dilanjutkan dengan acara halal bihalal dan syukuran dengan melakukan pemotongan tumpeng. (AI)