Pendistribusian Seragam Sekolah Gratis Dilaksanakan, Program Seragam Sekolah Gratis Membantu Warga Tidak Mampu

Loading

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan mulai mendistribusikan seragam sekolah gratis di setiap sekolah SD, SM dan Kesetaraan. Sedangkan secara simbolis pembagian 800 seragam sekolah gratis secara simbolis bertepatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke -51, bertempat di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC) Dome, belum lama ini.

Adapun simbolis seragam sekolah gratis di serahkan langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud kepada peserta didik jenjang SD, SMP dan kesetaraan (Paket A dan B) tahun ajaran 2023-2024.

Menurut Kepala Disdikbud Balikpapan, Irvan Taufik, pihaknya telah mendistribusikan seragam sekolah gratis ke sekolah SD, SMP dan Kesetaraan baik sekolah negeri maupun swasta. “Kami pastikan pendistribusian seragam sekolah gratis ini, akan terdistribusi sebelum proses mengajar di mulai secara resmi,” ujarnya.

Lanjut Irvan,saat ini peserta didik baik jenjang SD, SMP maupun kesetaraan masih dalam tahap masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).  Sedangkan, pendistribusian akan langsung disalurkan ke sekolah masing-masing. ”Kini teman -teman sedang memilah size atau ukuran dari peserta didik dari masing masing tingkat SD, SM dan kesetaraan,” tegasnya.

Sementara itu, warga Balikpapan Utara, Dina menjelaskan, adanya pembagian seragam gratis oleh pemerintah kota untuk 1 SD  dan Kelas 7 SMP, ini diakui sangat baik dan didukung. ”Adanya seragam gratis ini, sangat membantu warga yang memiliki perekonomiannya,” ujarnya.

Dina menjelaskan, uang yang seharusnya dibelikan seragam sekolah, dapat disimpan dan digunakan untuk kebutuhan sehari hari. ”Kami berharap program pemerintah seragam gratis dapat terus berjalan setiap tahunya, karena dirinya masih memiliki anak yang akan sekolah kelas 1 SD tahun 2024,” tutupnya.

Hal senada diungkapkan, Warga Balikpapan Utara, Sumarno. Menurutnya, anaknya kini bersekolah di kelas 7 SMPN 3. ”Seragam sekolah gratis sangat membantu sekali, apalagi pekerjaan dirinya hanya sebagai buruh. Tentunya program pemerintah terhadap pendidikan ini harus terus dilanjutkan kedepanya,” tegasnya.(*/db)