Kontribusi Perumda Terhadap PAD Minim, Indikatornya HPP Air

Foto air yang di alirkan Perumda Batiwakkal ke salah satu rumah warga

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Perusahaan umum daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal menjadi salah satu yang di evaluasi kinerjanya oleh DPRD Kabupaten Berau, khususnya Komisi II yang membidangi sektor ekonomi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Menurut Direktur perusahaan pelat merah itu, evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana kontribusi perusahaan yang di pimpinnya terhadap pendapatan asli daerah (PAD), terutama di tengah menurunnya anggaran daerah. Diskusi dengan legeslatif sejauh ini berjalan konstruktif karena para anggota dewan dinilai memahami kondisi riil yang dihadapi PDAM.

“Alhamdulillah pemahaman para Wakil Rakyat Berau cukup baik, karena mereka juga melihat data dan kondisi yang sebenarnya,” kata Saipul Rahman saat di wawancarai di kantor beliau Jl Raja Alam 1, Tanjung Redeb.

Saipul menegaskan bahwa penilaian terhadap efisiensi PDAM seharusnya didasarkan pada indikator yang jelas dan berbasis data, bukan sekadar asumsi. Salah satu indikator yang digunakan adalah harga pokok produksi (HPP) air per meter kubik, yang menjadi acuan untuk menilai apakah operasional perusahaan berjalan efisien atau tidak.

“Jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur maupun wilayah sekitar, HPP Perumda Batiwakkal masih tergolong kompetitif. Kalau ingin menilai efisien atau tidak, kita lihat HPP-nya. Bandingkan dengan daerah lain seperti Kutai Timur, Samarinda, atau bahkan Bulungan (Kalimantan utara). Dari situ baru bisa dinilai secara objektif,” jelasnya lagi.

Melalui pendekatan berbasis data tersebut, PDAM Berau berharap masyarakat dapat memahami kompleksitas pengelolaan layanan air bersih yang tidak hanya berkaitan dengan operasional perusahaan, tetapi juga kebijakan tarif, dukungan anggaran, serta pertumbuhan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

“Pada prinsipnya, Perumda akan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas layanan secara bertahap, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Kita ingin masyarakat juga melihat persoalan ini secara utuh berdasarkan data. Karena pada akhirnya semua upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Berau,” pungkasnya. (Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024