Jamin Pelayanan Medis Optimal, Dinas Kesehatan Samarinda Evaluasi Ketimpangan Sebaran Tenaga Kesehatan Antar Kecamatan

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda berkomitmen penuh untuk terus menjaga serta meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi seluruh lapisan masyarakat di Kota Tepian. Melalui pemenuhan standar fasilitas kesehatan primer dan penguatan rumah sakit daerah, instansi terkait memastikan pemenuhan hak kesehatan warga tetap berjalan optimal di tengah laju pertumbuhan jumlah penduduk yang kini mendekati angka 900 ribu jiwa.

Langkah strategis ini diperkuat oleh posisi geografis dan sosiologis Samarinda yang menjadi pusat pendidikan tinggi serta rujukan utama layanan kesehatan di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut secara tidak langsung memberikan dampak positif terhadap kemudahan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia medis di lapangan, termasuk ketersediaan formasi jajaran dokter spesialis di berbagai rumah sakit milik pemerintah.

Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, memaparkan bahwa seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di wilayah setempat saat ini telah sukses memenuhi standar minimal formasi keahlian tenaga kesehatan (nakes). Struktur pemenuhan regulasi tersebut mengacu secara ketat pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2024 tentang Puskesmas.

“Untuk fasilitas kesehatan primer jumlahnya cukup. Sesuai regulasi, ada sembilan profesi tenaga kesehatan yang wajib tersedia, mulai dari dokter, perawat hingga apoteker. Sebagai kota besar dan pusat pendidikan, ketersediaan tenaga kesehatan kita masih memadai,” ungkap Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih.

Bardasarkan himpunan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda terbaru yang bersumber dari Kementerian Kesehatan, total kekuatan nakes di kota ini telah menembus angka ribuan personel. Formasi tersebut mencakup 1.233 dokter, 2.291 perawat, 555 bidan, 409 tenaga kefarmasian, serta didukung oleh 83 ahli gizi yang dinilai mumpuni melayani total populasi daerah.

Kendati secara akumulasi makro jumlah nakes berada pada posisi aman, pemerintah daerah tidak menampik adanya tantangan domestik terkait aspek pemerataan sebaran wilayah tugas antar-kecamatan yang belum sepenuhnya proporsional. Konsentrasi tumpukan tenaga medis terpantau masih didominasi di kawasan Kecamatan Samarinda Ulu yang selama ini berstatus sebagai pusat operasional instansi layanan kesehatan dan basis lembaga pendidikan.

Kondisi tersebut berbanding cukup kontras dengan wilayah Kecamatan Sungai Pinang yang sejauh ini baru diperkuat oleh 13 dokter dan 15 perawat. Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Sambutan, tercatat memiliki kekuatan pertahanan medis sebanyak 10 dokter dan 22 perawat, disusul ketimpangan jumlah bidan serta ahli gizi yang berada di dua kawasan tersebut.

Adanya disparitas sebaran tersebut terus menjadi atensi dan prioritas evaluasi jajaran manajemen kesehatan daerah agar tidak sampai mengganggu indeks aksesibilitas warga terhadap hak layanan medis esensial. Dinkes Kota Samarinda menegaskan fluktuasi sebaran nakes tersebut tidak mengurangi mutu pelayanan publik di lapangan, di mana operasional Puskesmas dipastikan tetap berjalan kokoh sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024