SAMARINDA, Swarakaltim.com – Kota Samarinda sukses terpilih menjadi salah satu dari tiga titik pelaporan langsung (live report) tingkat nasional dalam agenda Kick Off Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak, Senin (8/6/2026). Pembukaan rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang dipusatkan di Gedung PKK Kota Samarinda ini dipantau langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui sambungan virtual bersama Provinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefudin Zuhri, menegaskan bahwa program Bangga Kencana dan pelayanan KB bukan sekadar agenda kesehatan biasa, melainkan investasi strategis jangka panjang. Pemkot Samarinda memandang keberhasilan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuan membangun fondasi keluarga yang sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera.
“Keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas keluarga hari ini. Karena itu, program Bangga Kencana dan pelayanan KB bukan sekadar agenda kesehatan, melainkan investasi strategis untuk membangun keluarga yang sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera,” tegas Wakil Wali Kota Samarinda, Saefudin Zuhri.
Langkah taktis ini dirasa kian relevan mengingat Indonesia, khususnya Kota Tepian, sedang berada pada masa bonus demografi yang menuntut kesiapan penduduk usia produktif agar tidak menjadi beban sosial. Pengaturan jumlah dan jarak kelahiran melalui program KB dinilai memiliki peran krusial guna memastikan setiap anak lahir dalam kondisi yang lebih siap, serta mendapatkan pola pengasuhan dan pemenuhan gizi yang optimal.
“Program KB bukan hanya pemenuhan hak reproduksi pasangan usia subur, tetapi juga merupakan upaya nyata untuk memastikan setiap anak lahir pada waktu yang tepat, dalam kondisi yang lebih siap, dan dalam keluarga yang mampu memberikan perhatian, gizi, serta pengasuhan yang optimal,” sambung Saefudin.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda, Desy Erviyani, memaparkan laporan penyelenggaraan program terintegrasi selama tahun berjalan. Pihaknya sejauh ini telah mengoptimalkan peran 969 personel Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tersebar di 59 kelurahan untuk memberikan edukasi, pelayanan kesehatan, serta pemantauan berkelanjutan di lapangan.
“Hari Keluarga Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga berkualitas sebagai pondasi utama pembangunan bangsa. Keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera akan melahirkan generasi unggul menuju Indonesia Emas,” urai Kepala DPPKB Samarinda, Desy Erviyani.
Akselerasi penurunan stunting tersebut kian diperkuat lewat inovasi Quick Wins melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang menggalang kemitraan gotong royong skema pentahelix. Per Juni 2026, program kolaboratif yang disokong unsur BUMD dan swasta ini telah berhasil menghimpun total bantuan senilai Rp230,84 juta untuk disalurkan kepada 295 keluarga sasaran yang masuk dalam kategori berisiko.
Di samping itu, Pemkot Samarinda juga melakukan transformasi pelayanan publik ke basis digital dengan meluncurkan platform SAPA KB yang menyediakan ruang konseling privat bagi masyarakat, serta fitur SI JAKI untuk jemput antar akseptor gratis.
Melalui momentum Harganas ke-33, seluruh elemen pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.(DHV)