Pemkot Balikpapan Pastikan Stok Aman, Tekan Dampak Kenaikan Harga Beras Nasional

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                               Tren kenaikan harga beras secara nasional mulai menjadi perhatian pemerintah daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga beras medium pada pekan ketiga Juni 2026 mencapai Rp14.402 per kilogram secara nasional, bahkan di sejumlah daerah telah menembus sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat eceran.

Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah kondisi stok beras nasional yang relatif tinggi. Sejumlah faktor memengaruhi kondisi ini, antara lain kekhawatiran dampak fenomena El Nino terhadap produksi padi serta meningkatnya harga gabah di tingkat petani yang kini berada di kisaran Rp6.993 per kilogram, naik dari awal Juni sebesar Rp6.951 per kilogram berdasarkan data Badan Pangan Nasional.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan memastikan kondisi pasokan dan harga beras di daerah masih dalam keadaan terkendali. Dinas Perdagangan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan pemantauan rutin terhadap distribusi dan harga di pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya beras.

“Kami lakukan pemantauan harga secara rutin bersama instansi terkait. Sampai saat ini pasokan beras di Balikpapan masih tersedia dan distribusinya berjalan dengan baik. Kami terus berkoordinasi dengan distributor, Bulog, serta pelaku usaha agar stok tetap aman dan harga tetap terkendali,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan, dinamika harga di daerah tidak terlepas dari pengaruh kondisi nasional. Oleh karena itu, pemerintah daerah fokus pada pengawasan rantai distribusi agar tidak terjadi praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang dapat memperburuk kondisi pasar.

Menurut Haemusri, jika terjadi potensi lonjakan harga, pemerintah bersama TPID telah menyiapkan langkah stabilisasi melalui operasi pasar dan pasar murah bekerja sama dengan Perum Bulog serta distributor pangan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ketersediaan beras di Balikpapan masih mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Selain pengawasan pasar, pemerintah juga melakukan pemantauan harian terhadap komoditas strategis lainnya sebagai upaya menjaga inflasi daerah tetap berada dalam kendali.

Pemkot Balikpapan berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat dapat terus menjaga stabilitas harga pangan di tengah dinamika global. Apabila pasokan terjaga dengan baik serta pengawasan distribusi yang diperketat, daya beli masyarakat diharapkan tetap terlindungi dengan baik. (*)Adv Diskominfo Balikpapan.

www.swarakaltim.com @2024