BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengakui layanan air bersih masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hingga saat ini, cakupan pelayanan air minum perpipaan baru mencapai sekitar 75 persen, sehingga masih ada sebagian masyarakat yang belum menikmati akses air bersih secara optimal.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih, menjadi tanggung jawab pemerintah yang akan terus diperjuangkan melalui berbagai program pembangunan.
“Saya selaku Wali Kota memiliki tanggung jawab, baik tanggung jawab moral maupun tanggung jawab sebagai kepala daerah, untuk memastikan seluruh warga Kota Balikpapan mendapatkan pelayanan yang layak. Memang kami mengakui masih banyak yang belum bisa dipenuhi, tetapi kekurangan itu akan terus kami perbaiki,” ujarnya, pada hari Senin, 29 Juni 2026.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi Balikpapan adalah penyediaan air baku. Keterbatasan sumber air membuat pemerintah harus bekerja lebih keras, untuk meningkatkan kapasitas layanan kepada masyarakat yang terus bertambah.
Saat ini, kata dia, cakupan layanan air bersih baru mencapai sekitar 75 persen. Angka tersebut menunjukkan masih ada sekitar seperempat warga yang belum terlayani jaringan perpipaan secara optimal.
“Kami akui layanan air bersih belum mencapai 100 persen. Saat ini baru sekitar 75 persen karena masih ada keterbatasan yang harus kami selesaikan,” katanya.
Untuk memperluas cakupan pelayanan, Pemkot Balikpapan bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus melakukan berbagai upaya, mulai dari mencari sumber air baku baru, meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air, memperbaiki jaringan pipa yang sudah tua, hingga membangun sambungan rumah baru bagi masyarakat yang belum terlayani.
Ia menjelaskan, seluruh program tersebut membutuhkan anggaran yang besar serta waktu pelaksanaan yang tidak singkat. Karena itu, pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah dan prioritas kebutuhan masyarakat.
“Perbaikan jaringan pipa, pembangunan sambungan baru, hingga penyediaan sumber air baku memerlukan biaya dan waktu. Namun kami tidak akan berhenti berupaya agar pelayanan air bersih semakin baik setiap tahunnya,” jelasnya.
Selain fokus pada infrastruktur, pemerintah juga terus mendorong efisiensi distribusi air untuk mengurangi tingkat kehilangan air (non-revenue water) sehingga kapasitas pelayanan dapat meningkat tanpa harus menunggu pembangunan instalasi baru.
Wali Kota optimistis berbagai program yang telah disiapkan akan mampu meningkatkan cakupan layanan air bersih dalam beberapa tahun mendatang. Ia juga meminta dukungan masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan lancar.
“Saya yakin jika kita memiliki niat yang baik dan terus berusaha, insyaallah setiap langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan dimudahkan. Harapan kami, seluruh warga Kota Balikpapan nantinya dapat menikmati akses air bersih yang layak sebagai salah satu pelayanan dasar pemerintah,” tutupnya.(Adv Diskominfo Balikpapan)