Terbentur Anggaran, Perumda Belum Mampu Bangun Sistem Data Digitalnya

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Salah satu factor pendukung kualitas pelayanan air bersih ke masyarakat adalah manajemen data, dari situlah Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal bisa membangun data serta mengevaluasi tingkat pelayananya.

Hanya saja, untuk membangun data tersebut memerlukan biaya yang cukup besar, sebab didalam sistem tersebut tersimpan seluruh data pelanggan. Bahkan berdasarkan study nya, daerah lain di Indonesia yang sudah mengembangkan data mandiri telah menggelontorkan dana sampai ratusan miliar rupiah.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Utama Perumda Batiwakkal Saipul Rahman beberapa waktu lalu saat dijumpai di Kantornya Jalan Raja Alam 1, Tanjung Redeb. Dia mengungkapkan bahwa saat ini sistem IT yang digunakan Perumda masih bergantung pada kerja sama dengan PDAM Kota Malang. Menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia (SDM), melainkan karena keterbatasan anggaran untuk membangun sistem digital secara mandiri.

“Kendaala kita bukan SDM, tapi lebih ke fasilitas dan pendanaan. Untuk membangun sistem IT yang baik itu membutuhkan biaya yang sangat besar, sebab dari IT tersebut bukan hanya untuk pelayanan, namun juga memudahkan dalam menyusun laporan keuangan yang terintegrasi,“ tutur Saipul.

Bahkan, berdasarkan pengalaman beliau berdiskusi dengan pengelola perusahaan air minum di daerah lain, pembangunan sistem digital pelayanan air bersih dapat menelan biaya hingga Rp 100 miliar hanya untuk pengembangan aplikasi dan infrastruktur teknologi.

Seperti Kota Batam yang menurutnya memiliki investasi sangat besar dalam sektor pengelolaan air bersih. Di daerah tersebut, pembangunan infrastruktur air bahkan mencapai nilai triliunan rupiah karena menilai air sebagai kebutuhan strategis yang harus diprioritaskan.

“Perbedaan kapasitas anggaran daerah juga menjadi salah satu faktor yang membuat pengembangan sistem pelayanan air bersih di Bumi Batiwakkal berjalan lebih lambat dibandingkan daerah lain, “jelasnya sekaligus mengakhiri. (Nht).

www.swarakaltim.com @2024