Kolaborasi UKM SEC dan INFORSA sebagai Representasi Unmul Dorong Digitalisasi UMKM di Desa Loa Duri Ulu

KUTAI KARTANEGARA, Swarakaltim.com – Kolaborasi antara Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Student Entrepreneur Community (SEC) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman dan Information System Association (INFORSA) Fakultas Teknik Universitas Mulawarman terus mendorong digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Loa Duri Ulu melalui fase monitoring dan pendampingan yang dilaksanakan secara bertahap sepanjang Mei hingga Juni 2026.

Program yang menjadi bagian dari Sosio Project 2026 dan Pengabdian Kolaboratif tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa sebagai representasi Universitas Mulawarman dalam mendukung peningkatan kapasitas UMKM desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pendampingan dilaksanakan dalam empat kali pertemuan, yakni pada 16 Mei, 23 Mei, 6 Juni, dan 13 Juni 2026 di Kantor Desa Loa Duri Ulu.

Ketua Panitia Sosio Project 2026, Raditya Arief Pratama, bersama Ketua Panitia Pengabdian Kolaboratif, Wahid Nur Hakim, menjelaskan bahwa fase monitoring menjadi tahapan penting setelah pelaksanaan seminar. Menurut mereka, kegiatan ini dirancang untuk memastikan seluruh materi yang telah diberikan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar diterapkan oleh para pelaku usaha dalam aktivitas sehari-hari.

“Jika kegiatan seminar berfokus pada penyampaian teori, maka fase monitoring ini hadir untuk memastikan ilmu tersebut benar-benar diterapkan secara nyata oleh para pelaku usaha,” ujar Raditya yang dibenarkan Wahid, Senin (15/6/2026).

Dalam pelaksanaannya, monitoring difokuskan pada empat materi praktik utama yang dinilai mampu mendukung transformasi digital UMKM. Materi pertama adalah pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) guna membantu pelaku usaha memanfaatkan sistem pembayaran nontunai yang lebih mudah, cepat, dan aman bagi penjual maupun pembeli.

Materi kedua adalah penggunaan WhatsApp Business. Melalui pendampingan ini, pelaku usaha dibimbing untuk memanfaatkan berbagai fitur komunikasi bisnis agar pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih profesional, terstruktur, dan responsif.

Selain itu, mahasiswa juga memberikan pelatihan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan foto produk yang lebih menarik. Para pelaku usaha diajarkan menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan guna meningkatkan kualitas visual produk sehingga memiliki daya tarik dan nilai jual yang lebih tinggi di pasar digital.

Sementara itu, materi keempat berfokus pada promosi melalui Instagram dan Google Maps. Pelaku usaha dibantu mendaftarkan lokasi usahanya di Google Maps agar lebih mudah ditemukan konsumen, sekaligus mendapatkan pendampingan dalam menyusun strategi promosi yang efektif melalui media sosial Instagram.

Program monitoring dan pendampingan tersebut dilakukan secara intensif terhadap empat UMKM lokal, yakni Cemilan Daeng Anshar, Usaha Anugrah Jaya Abadi, Konter A3 Cell, dan IKM Indah Susanti. Keempat pelaku usaha tersebut mendapatkan bimbingan langsung dari mahasiswa agar berbagai perangkat digital yang diperkenalkan dapat digunakan secara berkelanjutan dalam operasional usaha mereka.

Ketua Umum UKM SEC, Mashayu Anastasha Saputri, mengatakan sinergi antara Sosio Project dan Pengabdian Kolaboratif menjadi wujud nyata komitmen mahasiswa dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan perkembangan teknologi.

“Sinergi antara program kerja Sosio Project dari UKM SEC dan Pengabdian Kolaboratif dari INFORSA pada tahap monitoring ini diharapkan mampu membantu UMKM desa menjadi lebih mandiri dan melek teknologi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum INFORSA, Muhammad Arifin Dava, menyampaikan bahwa hasil monitoring menunjukkan respons yang sangat positif dari para pelaku UMKM. Antusiasme peserta terlihat dari kemampuan mereka dalam memahami dan menerapkan materi yang telah diberikan selama proses pendampingan berlangsung.

“Alhamdulillah, hasil dari monitoring berbuah baik. UMKM sangat tertarik dan dapat mengimplementasikan dengan baik setiap materi yang diberikan sehingga menjadi bukti bahwasanya perlunya peran mahasiswa dalam pengabdian langsung kepada masyarakat,” katanya.

Melalui kolaborasi lintas fakultas ini, UKM SEC FISIP Universitas Mulawarman dan INFORSA Fakultas Teknik Universitas Mulawarman berharap program pendampingan tidak hanya meningkatkan pemahaman digital para pelaku UMKM, tetapi juga mampu memperkuat daya saing usaha lokal. Dengan pemanfaatan teknologi yang lebih optimal, UMKM di Desa Loa Duri Ulu diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.(sk)

www.swarakaltim.com @2024