Pemkot Balikpapan Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah, Target Kurangi Beban TPA hingga 50 Persen

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                             Warga Balikpapan terus didorong budaya pemilahan sampah dari sumbernya, sebagai solusi utama mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Langkah ini dinilai menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus mempertahankan predikat Balikpapan sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menegaskan bahwa Pemkot sebenarnya telah memiliki berbagai regulasi yang mengatur pengelolaan sampah, mulai dari Peraturan Daerah (Perda) hingga Peraturan Wali Kota (Perwali).

Aturan tersebut tidak hanya mengatur pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, tetapi juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Menurut Bagus, persoalan sampah tidak akan pernah selesai apabila masyarakat masih mencampur seluruh jenis sampah dalam satu tempat sebelum dibuang ke TPA.

“Perwali maupun peraturan daerah yang berkaitan dengan pemilahan sampah, sudah dimiliki. Selain itu, kami juga terus mendorong pengurangan penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya, saat ditemui di Pantai Bandara Lama, pada hari Minggu, 21 Juni 2026.

Bagus menilai langkah paling efektif dalam mengatasi persoalan sampah adalah memulai perubahan dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Sampah organik dan anorganik harus dipisahkan agar proses pengelolaan dapat berjalan lebih optimal.

Sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan daun-daunan dapat diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan botol dapat didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah.

Jika pola ini diterapkan secara luas oleh masyarakat, volume sampah yang masuk ke TPA dapat berkurang secara signifikan.

“Saya berharap masyarakat mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. Dengan cara ini, beban TPA bisa berkurang hingga 50 persen. Ini langkah sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi lingkungan,” kata Bagus.

Menurutnya, selama ini sebagian besar sampah yang menumpuk di TPA masih didominasi sampah rumah tangga yang sebenarnya dapat diolah kembali sebelum dibuang.

Pemkot Balikpapan juga terus mengampanyekan pemanfaatan kompos dan budidaya maggot sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kompos dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun penghijauan lingkungan, sedangkan maggot dinilai efektif mengurai sampah organik sekaligus memiliki nilai ekonomi sebagai pakan ternak dan perikanan.

“Penggunaan kompos dan maggot adalah bentuk nyata pengurangan sampah dari rumah tangga. Ini bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Program tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan pengurangan sampah sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan nasional.

Bagus menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, pelaku usaha, hingga perusahaan swasta.

Untuk.itu, Pemkot terus mengajak masyarakat untuk membangun budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan serta membiasakan pemilahan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap perusahaan, komunitas, dan seluruh warga ikut terlibat aktif sehingga gerakan ini menjadi budaya di Kota Balikpapan,” ujarnya.

Selain mendorong pengurangan sampah dari hulu, Pemkot Balikpapan juga berharap proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Balikpapan Raya dapat segera direalisasikan.

Proyek tersebut diyakini akan menjadi solusi jangka panjang dalam menangani persoalan sampah sekaligus mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan.

“Pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik bisa segera berjalan. Ini akan menjadi langkah besar bagi pengelolaan sampah modern di Balikpapan,” harapnya.

Bagus menambahkan, Wali Kota Balikpapan telah menerbitkan surat edaran yang mengajak seluruh masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempertahankan berbagai penghargaan yang selama ini diraih Balikpapan sebagai kota yang bersih dan nyaman.

Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan kota bukan hanya soal prestasi, tetapi juga investasi lingkungan bagi generasi mendatang.
“Kita ingin budaya memilah sampah dan menjaga lingkungan ini terus berlanjut. Apa yang kita lakukan hari ini akan dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita nanti,” tutupnya.(Adv Diskominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024