Sikapi Penurunan Aktivitas Pasar Tradisional, Andi Harun Siapkan Strategi Manajemen Risiko

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah mematangkan draf perumusan strategi taktis untuk menggairahkan kembali roda perekonomian di sejumlah pasar konvensional. Langkah intervensi ini dilakukan sebagai respons atas terjadinya tren penurunan volume transaksi jual beli akibat melemahnya daya beli masyarakat secara makro.

Kelesuan aktivitas niaga tersebut dinilai merupakan fenomena nasional yang dipicu oleh tekanan inflasi serta keterbatasan akses permodalan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kebijakan stimulus dari pemerintah pusat yang mendorong perluasan pembiayaan perbankan dipandang tepat, meski efektivitasnya memerlukan waktu transisi.

“Saya lihat langsung, bahkan di Jakarta lebih parah. Banyak pedagang di pasar tradisional hanya saling ngobrol karena pembeli berkurang,” kata Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Andi Harun menjelaskan bahwa draf kebijakan penyelamatan pasar tradisional ini telah dibahas secara intensif bersama jajaran wakil wali kota dan instansi teknis terkait. Namun, pemerintah daerah enggan terburu-buru melakukan eksekusi di lapangan tanpa adanya penghitungan yang akurat mengenai potensi hambatan sosial maupun kesiapan lembaga pendukung.

“Perencanaan itu tidak boleh hanya terlihat bagus di atas kertas. Harus diuji, termasuk dari sisi risk management-nya. Jangan cuma lihat indahnya rencana, tapi tidak menghitung kemungkinan yang bisa membuat itu gagal,” sambung Andi Harun.

Oleh karena itu, Pemkot Samarinda menjadwalkan proses identifikasi variabel lapangan dan kesesuaian budaya masyarakat dapat rampung dalam waktu dekat sebelum draf final dipublikasikan ke publik. Pemkot Samarinda menargetkan arah kebijakan strategis untuk menghidupkan kembali pusat perbelanjaan rakyat ini sudah mulai terlihat polanya pada akhir bulan ini.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024