SAMARINDA, Swarakaltim.com – Setelah lebih dari lima tahun memimpin Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal kini mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim. Bagi Faisal, penugasan tersebut bukanlah wilayah yang asing, melainkan sebuah “kembali ke habitat lama” yang pernah digelutinya selama tujuh tahun saat bertugas di Pemerintah Kota Samarinda.
Rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut merupakan bagian dari penyegaran birokrasi yang diterapkan kepada pejabat yang telah cukup lama memimpin satu organisasi perangkat daerah. Selain untuk memperkaya pengalaman kepemimpinan, langkah ini juga diharapkan mampu menghadirkan perspektif baru dalam pelaksanaan program pembangunan.
“Jabatan itu amanah, jadi ya kita harus terima apa yang sudah diputuskan. Kedua, ini tour of duty ya. Saya di Kominfo itu sudah 5 tahun 6 bulan. Jadi saatnya memang keliling-keliling untuk penyegaran,” ujar Faisal, Senin (29/6/2026).
Bagi Faisal, penugasan di sektor pariwisata justru menjadi kesempatan untuk kembali menekuni bidang yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara. Pengalaman memimpin Dinas Pariwisata Kota Samarinda selama tujuh tahun menjadi modal berharga dalam menjalankan amanah barunya di tingkat provinsi.
“Kalau saya sih happy-happy saja ya di Pariwisata. Karena ketika di Pemkot Samarinda saya 7 tahun jadi Kadis Pariwisata. Jadi back to basic sebenarnya. Ya, alhamdulillah saja,” katanya.
Meski demikian, Faisal menegaskan dirinya tidak akan terburu-buru melakukan perubahan. Langkah awal yang akan dilakukan adalah mempelajari berbagai program yang telah berjalan serta melakukan koordinasi dengan seluruh jajaran di Dispar Kaltim untuk memahami tantangan dan peluang yang ada.
Menurutnya, banyak hal yang telah dibangun oleh para pendahulu dan perlu dipelajari terlebih dahulu sebelum menyusun langkah-langkah penguatan ke depan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar program yang berjalan dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi pengembangan sektor pariwisata daerah.
“Ya saya pelajari dulu lah ya, apa yang sudah dilakukan oleh pejabat yang terdahulu maupun senior-senior dulu di Dispar. Nanti kita pelajari dan tentunya saya ingin lebih baik, pasti,” ucapnya.
Dengan pengalaman panjang di bidang komunikasi publik dan transformasi digital selama memimpin Diskominfo Kaltim, Faisal juga diyakini memiliki bekal yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi destinasi wisata daerah. Pemanfaatan teknologi informasi dan platform digital dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan daya saing pariwisata Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional.
Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang semakin menarik perhatian publik, sektor pariwisata Kaltim juga dihadapkan pada peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan. Kehadiran Faisal diharapkan mampu memperkuat sinergi promosi, pengembangan destinasi, serta peningkatan kualitas layanan pariwisata yang menjadi salah satu wajah Kalimantan Timur di masa mendatang. (DHV)