Peringati Hari Lingkungan Hidup, Andi Harun Resmikan TPS Terpilah dan Operasional Sepuluh Insinerator Kecamatan

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menerapkan draf transformasi operasional berbasis digital terintegrasi untuk menekan residu limbah perkotaan. Pemkot Samarinda memposisikan penanganan sampah hulu sebagai instrumen krusial untuk memperkuat ketahanan wilayah dari dampak sekunder perubahan iklim global.

Selain mengandalkan alat pembakar sisa sampah atau insinerator yang lolos uji emisi udara, pemkot juga meluncurkan draf gerakan penukaran sampah bernilai ekonomi serta pameran produk daur ulang. Inovasi ini ditujukan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak lagi memandang limbah domestik sebagai beban lingkungan, melainkan sebagai sumber daya produktif keluarga.

“Perubahan iklim bukan lagi sekedar isu global, tetapi telah menjadi kehidupan sehari-hari menjadi tantangan secara nyata dalam kehidupan. Fenomena cuaca ekstrem menuntut kita untuk benar-benar mengambil tindakan nyata,” ucap Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso dalam sambutannya di acara Hari Lingkungan Hidup, bertepatan di Incenerator Kampung Baqa, Samarinda Seberang, Senin (30/6/2026).

Suwarso menambahkan bahwa aksi nyata tersebut diperkuat lewat draf digitalisasi armada angkutan kebersihan menggunakan sistem sensor bahan bakar minyak secara real-time. Melalui draft pengawasan ketat ini, efektivitas rute pelayanan dan produktivitas logistik pengangkutan sampah di seluruh kelurahan dapat dioptimalkan secara transparan.

“Keberhasilan pengelolaan sampah dan lingkungan tidak hanya tergantung pada pemerintah, tapi membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik dari dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, aksi nyata dan seluruh masyarakat,” tambah Suwarso.

Langkah modernisasi ekosistem perkotaan ini dinilai sejalan dengan visi jangka panjang pemprov dalam menyongsong peran strategis kawasan daerah. Kepala daerah menegaskan bahwa draf komitmen anggaran penataan lingkungan akan terus dikawal secara ketat agar program mitigasi bencana hidrometeorologi di Samarinda berjalan stabil dan berkesinambungan.

“Curah hujan yang semakin ekstrem, meningkatnya suhu udara, banjir, kekeringan, serta berbagai bencana hidrometeorologi merupakan tantangan nyata yang harus kita hadapi secara bersama-sama,” jelas Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Andi Harun menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak dan kader kebersihan lingkungan tingkat RT yang tetap konsisten menyukseskan agenda daerah ini meskipun berjalan di tengah draft kebijakan efisiensi anggaran belanja. Pemkot berkomitmen mengintegrasikan draf gerakan peduli iklim ini ke dalam draf kurikulum muatan lokal sekolah demi mewariskan lingkungan hidup yang lestari bagi generasi masa depan.

“Semoga semangat Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 semakin memperkuat tekad kita untuk mewujudkan Samarinda sebagai kota yang bersih, hijau, tangguh terhadap perubahan iklim,” tutup Andi Harun.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024