Pemkab Kutim Siapkan Beasiswa S1 dan S2 untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

SANGATTA, Swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Salah satu langkah strategis yang ditempuh yakni menyediakan program beasiswa jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) bagi guru, khususnya guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD).

Program tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh guru di Kutim memiliki kualifikasi akademik yang memadai sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, mengatakan beasiswa S1 diprioritaskan bagi guru PAUD dan SD yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana. Sementara beasiswa S2 diberikan kepada guru yang telah bergelar sarjana dengan fokus pengembangan kompetensi, termasuk pada bidang pendidikan inklusi.

Menurutnya, keberadaan guru yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan inklusi sangat penting agar setiap sekolah mampu memberikan layanan pembelajaran yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.

“Dengan adanya program beasiswa ini, kami berharap ke depan tidak ada lagi guru di Kutai Timur yang belum bergelar sarjana,” ujar Mulyono.

Ia menjelaskan, target tersebut diwujudkan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Melalui program ini, guru yang telah memiliki pengalaman mengajar dapat menempuh pendidikan S1 dalam waktu sekitar dua tahun karena pengalaman kerja mereka diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Program RPL diperuntukkan bagi guru PAUD dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun guru honorer yang telah mengabdi cukup lama di Kabupaten Kutai Timur.

Mulyono menuturkan, program peningkatan kualifikasi akademik guru tersebut bukan hal baru. Pemkab Kutim telah melaksanakannya secara bertahap selama beberapa tahun terakhir melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.

Pada 2024, sebanyak 251 guru mengikuti pendidikan S1 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Perkuliahan dilaksanakan menggunakan sistem blended learning, yakni 80 persen pembelajaran secara daring dan 20 persen tatap muka.

“Hasilnya cukup menggembirakan karena berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi guru dalam praktik pembelajaran sehari-hari,” katanya.

Program tersebut berlanjut pada 2025 dengan melibatkan 251 guru yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang (UM). Sementara pada 2026, sebanyak 70 guru kembali memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan S1 di perguruan tinggi tersebut.

Selain jenjang sarjana, Pemkab Kutim juga terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui program beasiswa Magister (S2). Pada 2024, sebanyak 109 guru mengikuti pendidikan S2. Jumlah tersebut meningkat tajam menjadi 300 guru pada 2025. Seluruh peserta menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Mulyono berharap, program beasiswa tersebut tidak hanya meningkatkan kualifikasi akademik guru, tetapi juga berdampak pada kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Dengan semakin banyak guru yang memiliki kompetensi profesional dan keahlian di bidang pendidikan inklusi, mutu pendidikan di Kutai Timur diharapkan terus meningkat dan mampu mencetak generasi yang unggul serta berdaya saing.(fan)

www.swarakaltim.com @2024