Maknai Hari Lingkungan Hidup, Bupati Soroti Ancaman Iklim

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan tekanan terhadap kelestarian sumber daya alam (SDA), Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat diukur hanya dari pelaksanaan kegiatan seremonial tahunan. Seluruh elemen masyarakat diminta mengambil peran aktif agar berbagai capaian kualitas lingkungan yang telah diraih tidak kembali mengalami kemunduran.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), beberapa hari lalu.

Kegiatan itu menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan komitmen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang dampaknya mulai dirasakan di berbagai daerah.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan kondisi lingkungan di Kabupaten Berau menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, nilai Indeks Kualitas Lingkungan mengalami peningkatan secara konsisten, dari 93,76 pada 2023 menjadi 94,80 pada 2024, kemudian kembali meningkat menjadi 95,26 pada periode 2025–2026. Sementara itu, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup juga mengalami lonjakan dari 75,8 menjadi 83,66.

Meski demikian, ia menilai peningkatan angka tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak merasa puas. Menurutnya, menjaga kualitas lingkungan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan secara berkelanjutan karena ancaman kerusakan ekosistem dan perubahan iklim terus berkembang.

“Perbaikan yang kita capai saat ini merupakan hasil kerja bersama. Tantangan ke depan justru lebih besar sehingga diperlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat agar kualitas lingkungan tetap terjaga,” ujar Zulkifli.

Ia juga menjelaskan, peningkatan tersebut tidak lepas dari berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha. Sejumlah langkah yang terus diperkuat antara lain rehabilitasi kawasan yang mengalami degradasi, penanaman pohon, pengembangan Program Kampung Iklim, pengelolaan sampah berbasis teknologi, pembentukan bank sampah, hingga edukasi untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Menurutnya, keberhasilan program lingkungan hanya akan bertahan apabila masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar mengikuti kegiatan pada momentum tertentu.

“Sebagai bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang dinilai berkontribusi menjaga lingkungan, Pemerintah daerah juga menyerahkan penghargaan kepada sekolah yang berhasil menerapkan program Adiwiyata, perusahaan peserta Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER), serta petugas lapangan berprestasi,” katanya lagi.

Selain itu, pemerintah menyalurkan berbagai bantuan pendukung berupa alat pirolisis, mesin pencacah sampah organik, truk amrol, dukungan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Pulau Derawan, serta bibit tanaman untuk mendukung penghijauan.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengingatkan bahwa persoalan lingkungan tidak lagi dapat dipandang sebagai isu yang hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, perubahan iklim telah menjadi ancaman nyata yang membutuhkan tindakan bersama dari seluruh komponen masyarakat.

Beliau menegaskan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi titik awal untuk memperkuat aksi nyata, bukan sekadar agenda rutin yang selesai setelah rangkaian kegiatan berakhir. Melalui tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, pemerintah ingin membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Komitmen menjaga lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan yang nyata. Mulai dari kebiasaan sederhana seperti mengurangi sampah, menjaga kebersihan lingkungan, hingga mendukung berbagai program pelestarian alam yang telah dijalankan pemerintah,” tegasnya.

Sri Juniarsih berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, dan sektor usaha terus diperkuat agar berbagai indikator lingkungan yang telah menunjukkan peningkatan dapat dipertahankan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan daerah menjaga keseimbangan antara pemanfaatan SDA dan kelestarian lingkungan.

“Upaya tersebut menjadi investasi jangka panjang bagi Kabupaten Berau agar tetap memiliki lingkungan yang sehat, produktif, dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks,” papar Bupati mengakhiri. (Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024