Kembalikan Kejayaan, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Ajak Warga Berbelanja ke Mal Lembuswana

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berkomitmen menghidupkan kembali masa kejayaan Mal Lembuswana pasca-pengambilalihan pengelolaan aset. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud mengimbau seluruh masyarakat untuk kembali menjadikan pusat perbelanjaan strategis di jantung Kota Samarinda tersebut sebagai tujuan utama berbelanja.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Harum usai meninjau langsung seluruh fasilitas dan menyapa para penyewa lapak (tenant) di Mal Lembuswana, Samarinda, pada Rabu (9/9/2026).

“Kita akan hidupkan kembali masa kejayaan Mal Lembuswana. Kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur, mari datang ke Mal Lembuswana, lihat perubahannya dan belanjanya juga di sini,” ujar Rudy Mas’ud.

Percepatan Perbaikan Fasilitas Utama dan Pengaspalan Jalan
Sejak 7 Agustus 2026, pengelolaan Mal Lembuswana resmi beralih ke Pemprov Kaltim melalui BUMD PT Kalimantan Timur Melati Bakti Satya (KTMBS), setelah berakhirnya masa kerja sama dengan PT Cipta Sumina Satresna (CSIS).

Guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung, Pemprov Kaltim langsung merancang sejumlah pembenahan infrastruktur, meliputi perbaikan pendingin ruangan (AC), penerangan gedung, perbaikan toilet, hingga pemasangan videotron promosi di Simpang 4 Lembuswana.

Secara khusus, Gubernur menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim melalui unit pelaksana teknisnya untuk melakukan pengaspalan ulang di area kawasan mal dengan target rampung dalam 10 hari.

“Pak Iing (Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim Irhamsyah) tolong hitamkan semua jalan di sini, biar pengunjung nyaman masuk,” tegas Rudy.

Target ini disanggupi pihak Dinas PUPR Kaltim sehingga jalan kawasan mal diproyeksikan kembali mulus pada 20 September 2026.

Saat ini, Mal Lembuswana mencatat tingkat kunjungan mencapai 8.000 orang pada hari biasa dan meningkat hingga 10.000 orang pada akhir pekan, dengan volume kendaraan parkir berkisar antara 3.000 hingga 4.000 unit. Pemprov Kaltim menargetkan mal ini tidak hanya terus eksis sebagai ikon daerah, tetapi juga dapat mendongkrak Penerimaan Asli Daerah (PAD).

Tinjau Hotel Claro Pandurata dan Stadion Madya Sempaja
Selain Mal Lembuswana, Gubernur Harum bersama jajaran pejabat Pemprov Kaltim juga meninjau dua aset daerah lainnya di Kompleks Gelora Kadrie Oening Samarinda, yakni Hotel Claro Pandurata dan Stadion Madya Sempaja.

Gubernur menginstruksikan pembenahan fasilitas serta akses menuju Hotel Claro Pandurata yang juga dikelola oleh PT KTMBS agar mampu menjadi daya tarik wisata kuliner dan penopang PAD. Sementara untuk Stadion Madya Sempaja, Gubernur meminta Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, agar merawat stadion secara berkala sebagai pusat pemusatan latihan atlet daerah.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024