BONTANG, Swarakaltim.com – Program Car Free Night (CFN) Bontang Berbenah yang digelar perdana pada Sabtu (3/10/2026) malam di Jalan MT Haryono berlangsung meriah.
Ribuan warga terpantau menghabiskan waktu akhir pekan dengan menikmati suguhan wisata kuliner yang tersedia dalam kegiatan tersebut.
Sebanyak 230 pelaku UMKM dilibatkan dalam kegiatan yang diinisiasi Kodim 0908/Bontang tersebut.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menilai, pelaksanaan perdana CFN mulai menunjukkan adanya perputaran ekonomi bagi para pelaku usaha.
Agus mengatakan, dirinya sempat mengunjungi sejumlah lapak UMKM dan berbincang langsung dengan para pedagang. Dari komunikasi tersebut, ia mendapat laporan bahwa sejumlah dagangan laris hingga habis.
“Ini menandakan putaran ekonomi berjalan. Dagangan mereka banyak yang laku keras. Banyak tadi yang meminta ini dilanjutkan,” ungkapnya saat dihubungi.

Menurutnya, keterlibatan UMKM menjadi salah satu hal yang membuat pelaksanaan CFN memiliki manfaat lebih luas. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang berkumpul masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pembeli sekaligus mempromosikan produknya.
Agus mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan perdana tersebut. Mulai dari Polres Bontang, Batalyon Arhanud 7/ABC Bontang, Dinas Perhubungan, DKUMPP, Dispopar, kelurahan, hingga unsur lainnya.
Dukungan lintas sektor tersebut juga akan menjadi bagian dari evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya, terutama terkait pengaturan lalu lintas dan keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Kami juga akan mengevaluasi secara berkala bersama semua pihak untuk membuat kegiatan tetap berjalan dengan aman,” terangnya.
Agus turut mengapresiasi masyarakat yang telah mengikuti rekayasa lalu lintas selama CFN. Pada pelaksanaan perdana, ruas Jalan MT Haryono mulai dari depan Optik Omega hingga Simpang Ramayana digunakan untuk kegiatan, sementara arus kendaraan tetap diarahkan melalui sisi lainnya.
Di lapangan, dampak terhadap pedagang juga mulai terlihat. Helmiyani, pedagang pentol dan usus bakar, mengaku dagangannya habis hanya sekitar satu setengah jam setelah membuka lapak.
Ia mulai berjualan sekitar pukul 19.00 Wita dan pada pukul 20.30 Wita dagangannya sudah ludes.
“Sisa Aqua botol aja. Ini saya sangat senang,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Nurhati, pedagang aksesori yang berharap kegiatan tersebut dapat kembali digelar. Terlebih, ia baru dua minggu menjalankan usaha.
“Apalagi saya baru berjualan dua minggu. Kegiatan ini membantu promosi,” pungkasnya.(Adv/Rzky)