SAMARINDA, Swarakaltim.com – Penyaluran hak finansial bagi ribuan tenaga pendidik non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Samarinda tersendat. Dari total pengajuan dana triwulan ketiga senilai Rp15 miliar untuk 6.100 penerima, kas daerah baru mampu merealisasikan pembayaran untuk periode satu bulan.
Eko Suprayetno, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda menjelaskan, kendala ini murni dipicu oleh kapasitas fiskal daerah yang belum sepenuhnya pulih, meski dokumen pengajuan telah dimasukkan jauh hari sebelum memasuki Oktober.
“Secara administrasi kami sudah mengupayakan kewajiban itu sebagai pemenuhan untuk bisa dilakukan pembayaran insentif TTP, namun kondisi keuangan daerah yang menjadi kendala,” ungkap Eko Suprayetno, Senin (26/10/2026).
Eko merincikan, alokasi dana yang diajukan mencakup rentang waktu Juli hingga September dengan kebutuhan rutin mencapai Rp5 miliar setiap bulannya. Namun, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Samarinda baru mengeksekusi pencairan untuk bulan Juli, sementara sisa kebutuhan sekitar Rp10 miliar untuk bulan Agustus dan September masih menunggu ketersediaan likuiditas.
“Baru dipenuhi untuk bulan Juli. Masih ada dua bulan lagi yang belum, Agustus sama September. Bendahara kami sudah ngecek ke BPKD, jawabannya sedang diusahakan karena dana transfer daerah dari pusat masih berproses dan BPKD juga harus memfasilitasi banyak perangkat daerah lain,” paparnya.
Terkait nomenklatur, Eko menegaskan dana tersebut merupakan insentif kesejahteraan bagi guru non-ASN dengan nominal bersih Rp700.000 per bulan setelah dipotong pajak, yang berbeda secara regulasi keuangan dengan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TTP) milik ASN maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) penuh waktu.
Pihaknya memastikan tidak ada niat sengaja menahan hak para pendidik. Disdikbud berharap stabilitas fiskal segera pulih pada triwulan berikutnya seiring masuknya dana transfer pusat.
“Kita tidak ingin juga menahan-nahan kalau memang sudah waktunya harus dikeluarkan. Mudah-mudahan di triwulan IV seluruh dana transfer daerah sudah masuk kas kita, sehingga pembayaran bisa tuntas,” pungkasnya.(DHV)