Satukan Visi Semua Pihak, Kubar Mahulu Rakor Antisipasi Karhutla

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Berkaca dari kejadian tahun sebelumnya atas musibah dan bencana alam serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Kepolisian Resort (Polres) Kubar menggelar rapat kordinasi dalam rangka mengantisipasi persoalan bencana karhutla yang dihadiri Wakil Bupati Kubar H Edyan Arkan, dan pejabat teras serta stakeholder juga perusahaan diwilayah Kubar dan Mahulu.

Rakor itu dipimpin Wabup H Edyanto Arkan didampingi Kapolres Kubar AKBP Roy Satya Putra, Dandim 0912 Kubar Letkol Inf Anang Sofyan Effendi dan Kepala DKPP Mahulu Saripudin, berlangsung di Aula Mapolres Kubar, Kamis (5/3/2020).

“Kita apresiasi ke semua pihak, terutama jajaran Polres dan Kodim 0912 Kubar dalam rakor kesiap siagaan mengantisipasi karhutla di Kubar dan Mahulu. Pemkab Kubar memiliki semangat kuat dalam penanggulangan karhutla yang terjadi setiap tahun. Namun terbatasnya peralatan menjadi kendala kita bersama,” jelas Wabup.

Dengan tegas, Wabup meminta BPBD menginventarisasi sarana yang dimiliki. Sedangkan untuk para Camat diminta menelusuri pemilik lahan yang ada, agar instansi terkait dapat bekerja melalui metode perbaikan kerjanya dengan tepat sasaran.

“Ada 300 titik (hotspot) karhutla di Kubar pada tahun 2019 lalu. Ini menjadi evaluasi kita semua untuk mengembangkan jaringan kerja kepada masyarakat. Selain itu, perusahaan harus menginventarisasi sarana yang dimilikinya, agar saat kejadian karhutla dapat segera diatasi,” tegas Wabup.

Wabup juga meminta BPBD untuk mengkemas pola pencegahan maupun penanganan ketika karhutla terjadi. “Harus perkuat jejaring dengan TNI/Polri, juga dengan perusahaan. Tahun 2021 mendatang, Pemkab Kubar akan mengadakan 10 unit alat pemadam sederhana yang akan disebarkan setiap kecematan se-Kubar,” tuturnya.

Senada dikatakan Kapolres AKBP Roy Satya Putra mengatakan, bahwa rakor ini guna  menyatukan visi semua pihak, yakni mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam didua wilayah yang merupakan kabupaten perbatasan.

“Pemkab, TNI dan Polri, maupun pihak perusahaan, masyarakat, dan BPBD, agar bersama melakukan pencegahan dan penanggulangan bencana alam,” terang Polres.

Ia menuturkan, dalam penanggulangan bencana seperti karhutla yang setiap tahun terjadi di Kubar dan Mahulu, kendala utama belum ada peralatan canggih atau kurangnya sarana untuk menanggulangi karhutla tersebut.

“TNI dan Polri berharap dukungan Pemkab dan juga seluruh perusahaan agar dapat membantu dan mendukung serta masuk dalam jaringan kerja penanggulangan bencana alam di Kubar dan Manulu,” harapanya.

Selain itu, Dandim 0912 Kubar, Letkol Inf Anang Sofyan Effendi mengungkapkan, pihaknya selalu siap bersama Polres serta Pemkab Kubar dan Mahulu dalam rangka kesiapan dan antisipasi bencana alam dan Karhutla di dua wilayah perbatasan tersebut.

“Kodim 0912 Kubar selalu siap, guna membangun jejaring kerja, berkoordinasi dengan seluruh instansi, perusahaan yang ada di dua kabupaten, serta masyarakat sekitar wilayah hutan,” imbuh Dandim.

Hadir dalam rakor karhutla tersebut, mewakili Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, Kepala DKPP Saripudin, didampingi Sekretatis DLH Mahulu, Irawan Senjaya serta para pejabat lainnya di wilayah Kubar dan Mahulu.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts