Pemilik Kebun Sebut PT. MAM Peduli Ke Masyarakat

H. Tasrib : Ajak Masyarakat Sinergi Dan Rasa Miliki Perusahaan

TENGGARONG, Swara Kaltim.
Dengan adanya musibah longsoran akibat aktivitas penambangan oleh PT MAM di konsesi PT BBE, jalan yang biasa di gunakan para petani setempat dan kebun milik H Tasrib rusak.

Lokasinya tepatnya di Jalan Lahlawan gang Arjuno RT 16 Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang.

Saat ditemui awak media Minggu (4/4/2021) sore, Tasrib menerangkan dari pihak PT MAM telah siap bertanggung jawab dan perbaikan serta pergantian atas rusaknya jalan dan kebunnya.

“Hal ini berdasarkan hasil mediasi antara saya selaku pemilik kebun dan PT . MAM selaku yang mengerjakan penambangan di area dekat kebun saya, dan mediasi ini dilaksanakan di kantor Desa Manunggal Jaya, Sabtu (3/4/2021) lalu ,” lanjutnya.

Lulusan S2 ini mengatakan sebenarnya ini musibah alam, dan sebelumnya sudah berkomunikasi dengan pihak PT MAM untuk mengunci agar pada saat hujan tidak terjadi longsoran, namun rupanya keduluan hujan deras pada waktu itu (red, 1/4/2021) tepatnya pada waktu dini hari.

Di Ketahui bahwa H. Tasrib sendiri sudah berkebun sejak 1998 lalu, dan awalnya melihat kondisi tanah di Kaltim ini subur, dan Kaltim sering menerima buah-buahan dari luar pulau.

Dasar inilah, kemudian H. Tasrib menggerakkan warga setempat untuk berkebun berbagai jenis buah-buahan.

“Konon katanya disini buah kelengkeng tidak bisa berbuah, namun ternyata bisa dan saat ini sudah banyak yang telah dipanen,” katanya.

Akibat musibah longsoran ini, akunya, ada beberapa jenis pohon buah yang terkena dampaknya, seperti kelapa, durian, kelengkeng, bibit sawit, cempadak, dan sawo.

Paling utama sebutnya adalah pembibitan sebanyak 2738 bibit yang diduga tertimbun dan seharusnya pada tanggal 23 April ini ada pengangkutan dengan kontrak 20.000 ribu bibit yang akan diambil mitranya l.

“Sebenarnya saya berkeinginan untuk menanamnya, namun luasan lahan tidak mencukupi, dan kebetulan Ada salah satu perusahaan yang mau membelinya,” tuturnya.

Namun, katanya akibat adanya musibah alam tanah longsor, bibit tersebut tertimbun.

“Untuk ukuran tanah yang terkena longsoran ini saya kurang tahu dan belum mengukurnya, namun secara global ada 10 ribu 500 per pekan (1,5 H),” ungkapnya.

H. Tasrib mengungkapkan pula bahwa PT. MAM telah memberikan perhatian kepada masyarakat setempat, yakni dengan diberikan dana tunai Rp 500 ribu kepada 30 KK dan sembako

Ia mengatakan PT. MAM telah melakukan kegiatan positif kepada masyarakat, dan sebelumnya pihak PT MAM berkeinginan memberikan hewan berupa kambing kepada masyarakat setempat.

“Namun perlu diketahui bahwa masyarakat sekitar kebanyakan adalah pekerja, sehingga melalui RT berubah bentuk bantuan tersebut menjadi dana tunai dan sembako,” paparnya.

Menurutnya berdasarkan keterangan warga ada melibatkan Organisasi Masyarakat (ormas), hal ini pihak pemilik tanah tidak berkeinginan adanya campur tangan pihak ormas.

“Berkali-kali saya katakan, jangan dunia usaha dikaitkan dengan ormas, karena nantinya kurang pas saat penyelesaiannya, dan biarlah pihak petani langsung berhubungan dengan pihak perusahaan tersebut,” harapnya.

Tokoh Masyarakat Petani ini, menyebutkan tidak setuju adanya campur tangan oknum ormas yang terlibat dalam masalah ini, karena kurang bagus untuk masyarakat maupun perusahaan itu sendiri.

“Saya sudah menghimbau dan mengajak masyarakat untuk bisa bersinergi dan rasa memiliki dengan perusahaan,” pesannya.

Karena lanjutnya dengan adanya perusahaan disini, warga yang menganggur bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan buat keluarganya.

Tapi ia mengharapkan Perusahaan ini bisa lebih memperhatikan para petani sekitar. Apalagi tempat ini sudah diganangkan untuk menjadi agro buah buahan.

“Dulu Ibu Rita Bupati Kabupaten Kukar sering ke sini, Pemangku yang ada di wilayah disini juga telah mengetahuinya,” katanya.

Ia mengatakan kedepannya pasca tambang disini akan dijadikan agro buah buahan yang akan dikembangkan.

“Jika lahan sudah dibebaskan, bahkan semoga jika lahan tidak ditutup (lubang eks tambang) bisa dijadikan embung yang ditata rapi bisa dimanfaatkan untuk para petani,” pungkasnya. (AI)

Editor: doni

Bagikan:

Related posts