GPMB sebut Wagub Penulis dan Penyair

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Sore-sore, Kamis 1 Juli 2021 Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi kedatangan tamu istimewa. Yaitu, mereka adalah dari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kaltim dipimpin Ketua Syafruddin Pernyata (SP).

SP biasa akrab disapa. Berkunjung ke Rumjab Wagub Kaltim bersama Encik Widyani Sjaraddin merupakan penasihat GPMB. Turut serta Abdullah (Abi Ridho) dan Ramadhan S Pernyata.

“Tujuannya adalah saya ingin melaporkan kegiatan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kaltim,” sebut SP dalam status Media Sosialnya.

Lebih lanjut, SP menjelaskan kehadiran Ramadhan S Pernyata untuk meminta endorse, dukungan sehubungan dengan telah selesainya draft buku cerita bergambar berjudul Jurnal Tepi Mahakam (JTM).

“Alhamdulillah, buku setebal lebih 80 halaman itu telah dipinang penerbit dari Lombok (NTB),” sambungnya.

Singkat kisah, dari pertemuan itu. SP pun baru menyadari dan menjadi tahu bahwa sosok Hadi Mulyadi ternyata adalah penyair dan penulis buku.

“Saya sudah menyelesaikan delapan buku. Memang belum saya terbitkan,” tulis SP menirukan kata Hadi Mulyadi sambil memperlihatkan draft buku yang siap naik cetak tentang Pendidikan Anak Usia Dini melalui 8 Sentuhan.

Ketika pertemuan itu, Hadi Mulyadi menjelaskan, buku-buku yang ditulis berasal dari ceramah dirinya. Banyak yang kemudian menganjurkan agar ceramah itu dijadikan buku agar siapa pun dapat mengetahui apa yang disampaikan, tidak tergantung tempat dan waktu.

“Saya pikir, saran itu benar. Bahkan, kalaupun kita sudah meninggal dunia, amal jariahnya masih tetap jalan,” sebut Hadi dalam kutipan Medsos SP.

Ada delapan buku yang siap terbit dengan tema macam-macam terutama berkaitan dengan pendidikan dan keagamaan.
“Ternyata, antologi puisi ini yang duluan diterbitkan,” jelas Hadi Mulyadi seraya menghadiahkan buku tersebut kepada SP dan rombongan.

Bahkan, beberapa puisi dalam antologi ini malah sudah jadi syair lagu. Dengan jabatan yang penuh dengan aktivitas, sosok teladan ini tetap berceramah ke mana-mana, tetap membaca, menulis dan senantiasa menerima tamu kadang hingga tengah malam. Terbuka kepada siapapun, tetap tersenyum. Seakan tak pernah lelah.

Diakhir pertemuan, SP mengingatkan
agar Hadi tetap berhati-hati, karena di dunia ini ada saja orang yang memanfaatkan orang baik untuk tujuan yang tidak baik.

Apa kata Hadi? Hanya mangguk-mangguk dan tersenyum. Selanjutnya, SP pun menuliskan satu di antara puisi karya Hadi Mulyadi yang termuat di antologi puisi CERMIN. Ditulis tanggal 18 Mei 2011.

* Tanpa Batas *

Negeri ini sangat luas,
negeri ini tanpa batas
dan tanpa tapal batas.
Membuat semua mudah lepas.

Bukan hanya tanpa batas,
tapi juga tanpa pengawas.
Apa pun bisa bebas, dari narapidana sampai pulau pun lepas.

Alangkah lucunya negeri ini,
yang kaya penghuni.
Beragam budaya dan seni,
banyak corak warna warni.

Memang tidak mudah menata negeri ini.
Tapi kalau semua mau tahu diri,
pemimpin mau peduli,
aparat dan rakyat disiplinkan diri,
Nyamanlah kita disini.

Aku coba renungkan diri.
Mungkinkah ini salahku sendiri,
atau semua harus introspeksi diri.
Apa sesungguhnya yang terjadi di negeri ini.

Persoalan tak kunjung henti,
musibah dan fitnah silih berganti.
Mana harum melati negeri ini,
mana indah dan cantiknya anak bangsa ini,
mana pemimpin sejati yang peduli anak negeri.

Oh … Negeri ini,
kami cinta padamu pertiwi,
kami ingin belajar mengasihi,
kami ingin belajar peduli,
kami ingin belajar tahu diri,
kami ingin temukan jati diri,
sebagai anak bangsa di negeri sendiri,
yang ingin bangkit benahi diri.

Lebih satu jam kami ‘ngobrol’ dan kami pun pamit undur diri. “Semoga selalu sehat, Pak dan Allah melindungi.”(jay/yans/humasprovkaltim/adv/aya/sk)

Editor : Redaksi

Publisher : Alfian (SK)

Bagikan:

Related posts