PTM Terbatas Rencana Mulai 7 September, Guru Belum Vaksin Dilarang Mengajar

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Setelah berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di kota Samarinda pada 6 September mendatang, besoknya 7 September direncanakan mulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.

Sedikitnya ada sebanyak 71 sekolah tangguh tahap kedua yang telah dipersiapkan Dinas Pendidikan (Disdik) kota Samarinda ditambah 14 sekolah tangguh tahap pertama mulai melakukan PTM bagi pelajarnya.

Wacana ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Persiapan PTM bersama Disdik dan Dinas Kesehatan yang dihadiri Kepala Sekolah se Samarinda dipimpin langsung Wakil Wali kota Samarinda Dr H Rusmadi secara virtual di ruang kerja masing-masing, Kamis (26/8/2021).

“Dengan situasi pandemi yang tanpa kepastian, kita tidak bisa berdiam diri sebagai anak bangsa. Kita tidak bisa membiarkan terus anak-anak kita yang tidak mandi saat mau sekolah secara daring (online, red). Belum lagi yang sering main game di HP tanpa bisa terpantau. Anak-anak kita juga sudah rindu dengan teman-temannya. Untuk itu tugas kita mempersiapkan agar PTM bisa berlangsung dengan aman dari penyebaran virus Covid-19. Seperti mempersiapkan sekolah tangguh ini,” ucap Rusmadi dalam arahanya.

Rusmadi menjelaskan Disdik telah menyiapkan 71 sekolah tangguh tahap kedua bukan tanpa dasar melainkan dengan mengunjungi semua sekolah tersebut untuk memantau persiapannya.

“Tahap pertama kita telah menyiapkan 14 sekolah tangguh beberapa waktu lalu, dan saya langsung mengecek ke sekolah. Begitu pula dengan yang tahap kedua ini, nanti saya akan mengeceknya. Jika tidak ada wastafel, toiletnya kotor dan intinya tidak protokol kesehatan. Saya akan pastikan sekolah itu tidak boleh PTM. Dengan adanya waktu yang luang ini, ayo kita jadikan sekolah yang sehat dengan lingkungan bersih,” tegas Rusmadi yang juga ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Samarinda.

Namun lanjutnya, jika ada sekolah yang sudah siap tetapi diluar dari 71 sekolah yang dimaksud, supaya segera melapor ke kepala Disdik Samarinda agar bisa bergabung sebagai sekolah tangguh.

Terkait vaksin kepada Guru Tenaga
Kependidikan (GTK) yang sesuai laporan kepala Dinas Pendidikan Samarinda Dr Asli Nuryadin kini sudah mencapai 70,40 persen. Bahkan dalam beberapa hari ini menjelang dimulainya PTM akan dilakukan berbagai upaya agar pelaksanaan vaksin bisa dilakukan kembali.

Sedangkan vaksin untuk siswa lanjutnya, baru mencapai 1.558 pelajar dan pemerintah terus gencar untuk melakukan vaksinasi bagi siswa tadi agar terakomodir semua. Namun untuk PTM tahap kedua ini, pihaknya akan lebih memprioritaskan vaksin bagi guru-guru yang tersisa 29,60 persen.

“Tadi ada yang bertanya bagaimana terhadap guru yang tidak bisa vaksin karena terganggu masalah kesehatan ataupun komorbid. Sesuai arahan kepala Dinkes dokter Ismid, supaya bisa datang ke dokter spesialis untuk observasi. Terhadap oknum guru yang tidak mau divaksin, saya akan temui khusus. Jika guru bersikeras tidak vaksin, mohon maaf mereka tidak boleh mengajar saat PTM,” tegas Rusmadi lagi.

Sebelumnya, Kadisdik Samarinda Asli Nuryadin menyampaikan bahwa dari 9.645 GTK, sebanyak 6.789 orang (70,40 persen) sudah divaksin, dan yang belum 2.856 orang (29,60 persen).

Dirincikannya, untuk PAUD/TK Negeri dari 145 GTK sudah 118 yang divaksin, PAUD/TK Swasta dari 1.675 GTK sudah 960 yang divaksin, SD Negeri dari 3.509 GTK sudah 2.356 yang divaksin, SD Swasta dari 1.426 sebanyak 1.149 yang divaksin, SMP Negeri dari 1.950 GTK, yang divaksi sebanyak 1.517 dan SMP Swasta dari 940 GTK sebanyak 689 sudah vaksin.

“Jadi yang 29,60 persen untuk total seluruh GTK se kota Samarinda. Sedangkan untuk sekolah yang 71 sekolah tangguh tinggal 10 persen saja GTK yang belum vaksin,” tegas Asli.

Sementara kepala Dinkes Samarinda dr Ismid Kusasih menyampaikan saat ini hingga tanggal 6 September masih penerapan PPKM level 4. Namun, sebutnya kondisi terakhir dalam beberapa hari ini jika melihat indikatornya sudah bisa menurun dibawah level 3.

“Melihat indikator positif sehingga kita bisa saja melaksanakan PTM dengan dicoba beberapa sekolah. Apalagi melihat vaksin guru dan murid, dimana beberapa sekolah sudah ada yang hampir 100 persen,” ungkap Ismid.

Senada juga dipertegas oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda dr Osa Rafshodia saat ini kurva efidemik Covid-19 Samarinda masuk di fase deselarasi dan penurunan kasus terus turun di bulan September 2021.
Ia mengungkapkan pula jumlah kematian anak pada Juni 2021 sebanyak 5 orang dan tidak ada kasus pada bulan Agustus 2021.

“Untuk vaksin guru dan tenaga kependidikan, stok vaksin tersedia. Tinggal bagaimana teknis pelaksanaannya untuk melaksanakan vaksin massal dalam waktu dekat ini. Kita perlu dukungan dari Dinas Pendidikan agar bisa terlaksana. Untuk dosis vaksin sudah tersedia,” ungkap Osa.(kmf-smd)

Bagikan:

Related posts