Rudy: Kita Ini Terlalu Santun, Lawan dan Harus Tegas

Teks: Anggota Dewan Pertimbangan DADKT Rudyanto Sulisthio

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Anggota Dewan Pertimbangan Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur (DADKT) Rudyanto Sulisthio pun memberikan kecaman terhadap adanya dugaan aliran dana CSR ke salah satu universitas besar di Jakarta yang jumlahnya mencapai Rp 500 miliar.

“Bagaimana SDM Kaltim bisa bersaing dengan orang-orang di Jawa, kalau Dana CSR untuk pendidikan yang sumber alamnya dikeruk di Kaltim tapi CSR-nya untuk orang luar Kaltim. Sungguh ironis, bencana kita yang di daerah yang dapat, untungnya orang luar yang menikmati,” tegas Rudy yang juga Wakil Ketua I PDKT, Kamis (12/5/2022) malam tadi.

Rudy meminta agar DPRD Kaltim dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur harus memanggil perusahaan tersebut. “Kita harus melawan dan harus tegas. Kita ini terlalu santun. Kita harus agak keras dan tegas dengan masalah ini. Harapannya akan datang jangan terulang kembali,” cetusnya.

Rudy mengatakan di Kaltim ini bukan hanya tambang batu bara saja, banyak juga perusahaan perkebunan terutama kelapa sawit CSR nya perlu dipertanyakan.

“Baru kasus ini yang ketahuan, saya yakin jika kita telusuri tidak menutup kemungkinan masih banyak CSR yang lari dari Kaltim,” tegas Rudy yang juga Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Samarinda.(dho)

Bagikan:

Related posts